Sumenep, locusjatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menggenjot program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep, program tersebut telah merehabilitasi 66 unit rumah selama periode Januari hingga Juni 2026.
Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyerahkan bantuan RTLH secara simbolis kepada warga di Kecamatan Lenteng dan Ganding, Selasa (28/7/2026). Pada kesempatan tersebut, empat penerima manfaat masing-masing memperoleh bantuan senilai Rp20 juta.
Bupati Achmad Fauzi menegaskan, program RTLH akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, pemerintah akan terus memperluas cakupan program secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Rumah yang layak bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi menjadi fondasi dalam membangun keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera, sehingga para penerima memanfaatkan sekaligus menjaga dengan baik,” kata Achmad Fauzi.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi penerima manfaat untuk terus meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Menurut Fauzi, pembangunan yang berkeadilan harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, Pemkab Sumenep terus memperkuat sinergi dengan Baznas dalam menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi warga kurang mampu.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, meningkatkan kualitas permukiman, serta mewujudkan kehidupan yang lebih layak dan sejahtera bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumenep Rahman mengungkapkan, hingga semester pertama tahun 2026 pihaknya telah merealisasikan rehabilitasi 66 unit rumah dengan total anggaran mencapai Rp1,089 miliar.
Ia merinci, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, yakni 13 unit pada Januari, 15 unit Februari, lima unit Maret, 14 unit April, 10 unit Mei, dan sembilan unit pada Juni. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen Baznas dalam mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga sinergi antara Baznas dan Pemkab Sumenep terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu memperoleh rumah yang layak huni dan kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.






