Berita

Air Bersih Mulai Menipis, BPBD Sumenep Turunkan TRC dan Gandeng HIPAM

527
×

Air Bersih Mulai Menipis, BPBD Sumenep Turunkan TRC dan Gandeng HIPAM

Sebarkan artikel ini
Pengiriman air bersih di sumenep
Pengiriman air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Sumenep. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep mulai terdampak musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mengambil langkah cepat dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menangani wilayah yang mulai mengalami kekurangan air.

Tak hanya mengandalkan personel BPBD, penanganan juga diperkuat melalui kerja sama dengan pengelola air di tingkat lokal. Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) turut dilibatkan untuk membantu mempercepat distribusi air kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, mengatakan distribusi air dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Desa yang telah mengalami kekeringan dengan kategori kering kritis menjadi sasaran utama penanganan.

Menurutnya, keberadaan TRC di wilayah terdampak memungkinkan BPBD merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih cepat. Tim tersebut digerakkan untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan sekaligus membantu proses distribusi air.

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian BPBD adalah Kecamatan Gayam. Di wilayah ini, BPBD berkoordinasi dengan HIPAM agar penyaluran air dapat menjangkau masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air bersih.

“Kita langsung instruksi untuk bekerja sama dengan HIPAM dalam langkah distribusi air,” ujar Kamiluddin, Kamis (10/09/2026).

Kamiluddin menambahkan, kolaborasi dengan pihak lokal menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kemarau. Selain TRC dan HIPAM, sejumlah pihak juga secara sukarela ikut membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di daerah yang terdampak.

BPBD Sumenep masih memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan daerah yang membutuhkan pasokan air serta menetapkan skala prioritas distribusi.

Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat BPBD terus bersiap menyalurkan air ke wilayah yang mengalami kesulitan. Terutama daerah yang tingkat kekeringannya sudah masuk kategori paling kritis.

“Utamanya adalah desa yang mengalami kering kritis,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *