Sumenep, locusjatim.com – Ribuan guru nonsertifikasi di Kabupaten Sumenep mendapat angin segar. Pemerintah daerah memastikan bantuan insentif bagi mereka tengah memasuki tahapan menuju pencairan.
Tahun 2026 ini, terdapat 5.050 guru nonsertifikasi yang masuk dalam daftar penerima. Setiap guru akan memperoleh insentif sebesar Rp1,5 juta.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menyelesaikan pengolahan data rekening para penerima. Tahapan ini menjadi salah satu proses yang harus dilalui sebelum anggaran dapat dicairkan.
Kepala Disdik Sumenep, Moh Iksan, mengatakan data rekening yang sebelumnya diterima melalui BPRS telah dituntaskan oleh pihaknya.
“Untuk insentif guru sudah kami proses. Nomor rekening yang disampaikan oleh BPRS sudah kita selesaikan,” kata Moh Iksan, Jumat (11/09/2026).
Setelah pekerjaan di tingkat Disdik selesai, berkas pencairan selanjutnya akan berproses di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumenep.
Artinya, para guru penerima kini tinggal menunggu tahapan administrasi keuangan selesai sebelum insentif dikirimkan ke rekening masing-masing.
Menurut Iksan, nilai bantuan sebesar Rp1,5 juta tersebut diberikan kepada guru yang belum memperoleh tunjangan sertifikasi. Besaran itu ditetapkan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Disdik pun menargetkan proses tersebut berjalan secepat mungkin. Bagi guru nonsertifikasi, bantuan ini diharapkan dapat menjadi tambahan dukungan di tengah tuntutan pengabdian mereka dalam dunia pendidikan.
“Yang jelas, kami upayakan secepatnya. Mudah-mudahan ini menjadi oase bagi guru-guru yang nonsertifikasi,” ujarnya.
Perhatian terhadap guru juga menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Dukungan kepada tenaga pendidik dinilai tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan kualitas pendidikan di daerah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menempatkan guru sebagai salah satu unsur penting dalam membentuk generasi masa depan. Ia secara khusus menyoroti peran guru ngaji dalam menanamkan pendidikan moral di tengah masyarakat.
“Guru ngaji adalah pilar pendidikan moral di tengah masyarakat dengan mengajarkan Al-Qur’an, nilai-nilai kebaikan dan adab sejak dasar,” ujar Fauzi.
Ia berharap dukungan yang diberikan pemerintah dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi tambahan semangat bagi para pendidik untuk terus menjalankan tugasnya.
“Kami berharap insentif ini dapat memberikan manfaat bagi para guru dan menjadi penyemangat untuk terus memberikan pengabdian terbaik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.(*)






