Berita

MEC 2026 Siap Gegerkan Sumenep, Keraton Jadi Inspirasi Puluhan Kreator

676
×

MEC 2026 Siap Gegerkan Sumenep, Keraton Jadi Inspirasi Puluhan Kreator

Sebarkan artikel ini
Madura Ethnic Carnival (MEC) Sumenep
Penampilan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 dipastikan bakal semakin semarak. Puluhan kreator dari berbagai daerah di Indonesia bersiap membawa karya terbaik mereka ke Sumenep dengan menjadikan Keraton Sumenep sebagai sumber inspirasi utama.

Bukan sekadar menampilkan busana, para peserta MEC 2026 ditantang menerjemahkan kekayaan sejarah, seni, dan budaya Keraton Sumenep ke dalam karya yang atraktif. Konsep tersebut diharapkan membuat gelaran tahun ini semakin berwarna sekaligus memperkenalkan budaya lokal melalui kreativitas generasi masa kini.

MEC 2026 akan digelar pada 19 September 2026 di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota. Panggung utama ditempatkan di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, sehingga nuansa kawasan keraton akan menjadi bagian penting dari pertunjukan.

Antusiasme peserta juga mulai terlihat setelah pendaftaran resmi ditutup pada Kamis (10/9/2026) malam. Setelah tahapan tersebut rampung, panitia kini mengalihkan fokus pada persiapan teknis sebelum para peserta tampil di hadapan publik.

Technical meeting dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) sore. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk menyamakan pemahaman peserta mengenai teknis pelaksanaan MEC 2026.

Ketua Pelaksana MEC 2026, Syamsuri, mengatakan peserta kompetisi tahun ini tetap terbagi dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar. Selain itu, panitia juga menghadirkan peserta grand show yang berada di luar kategori perlombaan.

“Selain itu, MEC juga menghadirkan peserta grand show di luar peserta kompetisi,” ujar Syamsuri saat ditemui di sekretariat panitia, Jumat (11/09/2026).

Kehadiran peserta grand show diharapkan turut memperkuat atmosfer pertunjukan. Dengan adanya peserta kompetisi dan grand show, panggung MEC 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan juara, tetapi juga ruang bagi para kreator untuk menunjukkan karakter dan gagasan mereka melalui busana.

Untuk kategori umum, panitia menyiapkan hadiah Rp10 juta bagi juara pertama, Rp7 juta untuk juara kedua, dan Rp4 juta bagi juara ketiga. Sementara juara harapan satu, dua, dan tiga masing-masing memperoleh Rp2 juta.

Adapun kategori pelajar menyediakan hadiah Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta bagi juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga. Juara harapan satu hingga tiga masing-masing memperoleh Rp500 ribu.

Para pemenang dari kedua kategori tersebut juga akan mendapatkan trofi dan piagam.

Namun, lebih dari sekadar hadiah, panitia ingin MEC 2026 menjadi panggung yang mampu memberi ruang luas bagi kreativitas peserta. Tema Keraton Sumenep dinilai memiliki banyak sisi yang dapat dieksplorasi sehingga setiap kreator memiliki kesempatan menghadirkan interpretasi yang berbeda.

Syamsuri memastikan persiapan terus dikebut agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan maksimal. Panitia juga ingin memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang cukup untuk memperlihatkan karya mereka di atas panggung.

“Persiapan terus kami matangkan. Kami ingin pelaksanaan MEC tahun ini tidak hanya meriah, tapi juga memberikan ruang yang maksimal bagi peserta untuk menampilkan karya dan kreativitasnya,” kata Syamsuri.

MEC merupakan event tahunan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep. Budaya lokal selalu menjadi salah satu pijakan utama dalam penyelenggaraannya.

Tahun ini, Keraton Sumenep dipilih sebagai tema besar. Dengan panggung yang berada di kawasan bersejarah dan kreativitas puluhan peserta dari berbagai daerah, MEC 2026 diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi cara kreatif untuk membawa kekayaan budaya Sumenep semakin dikenal luas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *