Jember, locusjatim.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Jember akhirnya mendapat titik terang. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap distribusi BBM ke Jember sempat terganggu akibat hambatan pengiriman dari Integrated Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian BPH Migas saat melakukan evaluasi distribusi BBM di Kabupaten Jember bersama Hiswana Migas Jember, DPRD Jember, dan Pertamina Patra Niaga, Jumat (11/9/2026).
Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajah Mada Jember sekitar pukul 18.00 WIB.
Dari hasil evaluasi, BPH Migas menelusuri rantai pasokan BBM Jember yang selama ini bersumber dari Integrated Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi. Namun, jalur tersebut sempat mengalami hambatan.
“Memang situasi kondisinya kemarin terganggu karena terkunci pengiriman BBM dari Integrated Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi yang dikirim ke Jember,” kata Wahyudi.
Menurut Wahyudi, gangguan tersebut tidak berdiri sendiri. Aktivitas logistik di wilayah Banyuwangi mengalami peningkatan cukup signifikan.
BPH Migas mencatat terjadi kenaikan aktivitas logistik sekitar 12 persen. Sementara aktivitas angkutan penumpang, barang, kendaraan roda empat dan kendaraan pribadi meningkat sekitar 8 persen.
Lonjakan bahkan lebih tinggi terjadi pada kendaraan roda dua dari Banyuwangi menuju Bali yang mencapai sekitar 42 persen.
“Jadi memang situasi kondisinya kemarin terganggu,” ujarnya.
Gangguan distribusi tersebut berlangsung sekitar empat hari. Pemerintah daerah bersama Forkopimda Banyuwangi kemudian ikut melakukan penanganan dan pengawalan sehingga proses distribusi kembali berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, antrean BBM di Jember mulai terlihat sekitar 3–4 September 2026.
Pertamina Patra Niaga pun mengambil langkah pengalihan pasokan. Ketika suplai dari Tanjung Wangi mengalami gangguan, BBM untuk Jember didatangkan dari Surabaya.
Tak tanggung-tanggung, 15 unit mobil tangki dikerahkan khusus untuk menyuplai kebutuhan BBM di Kabupaten Jember.
“Suplai yang terganggu dari Tanjung Wangi, Banyuwangi, disuplai dari Surabaya. Sebanyak 15 unit truk mensuplai khusus untuk Jember,” ungkap Wahyudi.
Pola distribusi serupa juga diterapkan untuk wilayah Situbondo dan Bondowoso yang mendapatkan suplai dari Surabaya.
Sementara itu, Banyuwangi untuk sementara difokuskan melayani kebutuhan BBM di wilayah Kota Banyuwangi dan Banyuwangi Selatan.
Sedangkan pasokan untuk SPBU di Lumajang berasal dari Malang dan sebagian dari Surabaya.
BPH Migas memastikan persoalan distribusi tersebut menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu ketersediaan BBM di Jember.
Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan armada mobil tangki yang dapat langsung dikerahkan apabila terjadi gangguan distribusi maupun lonjakan konsumsi masyarakat.
“Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan kendaraan-kendaraan pengiriman mobil tangki yang stand by kalau nanti ada gangguan distribusi BBM serta adanya lonjakan konsumsi di masyarakat Kabupaten Jember,” pungkas Wahyudi.






