BeritaHeadline

Hampir Sepekan Antrean BBM di Jember Tak Kunjung Usai, Distribusi Tersendat

913
×

Hampir Sepekan Antrean BBM di Jember Tak Kunjung Usai, Distribusi Tersendat

Sebarkan artikel ini
Antrean Di SPBU Jember
Salah satu SPBU di Kabupaten Jember. Foto: Rio Satrio

Jember, locusjatim.com Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum juga terurai. Memasuki hampir sepekan, antrean justru meluas hingga Pertalite, Pertamax, bahkan solar.

Di tengah kondisi tersebut, distribusi BBM menuju wilayah Tapal Kuda ternyata ikut tersendat. Sejumlah mobil tangki Pertamina yang membawa pasokan BBM sempat terjebak dalam kemacetan parah sepanjang 12 hingga 15 kilometer di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Kemacetan tersebut terjadi pada Kamis (3/9/2026). Kepadatan kendaraan bahkan di beberapa titik memenuhi hingga tiga jalur, membuat mobil tangki pengangkut BBM kesulitan bergerak menuju wilayah tujuan.

Situasi di depan Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi juga tidak kalah parah. Mobil tangki hanya bisa bergerak sekitar tujuh hingga delapan menit sebelum kembali terhenti selama 45 hingga 60 menit.

Akibatnya, waktu tempuh pengiriman BBM yang normalnya sekitar delapan hingga 10 jam melonjak menjadi 15 hingga 23 jam.

Sekitar 10 mobil tangki Pertamina disebut sempat terdampak dan terjebak dalam kemacetan tersebut.

Dampaknya mulai terasa di sejumlah wilayah, termasuk Jember. Antrean kendaraan di SPBU yang awalnya didominasi pembelian Pertalite kini dilaporkan meluas ke jenis BBM lainnya.

Pada Sabtu (5/9/2026), antrean masih terlihat di sejumlah SPBU, seperti Puger, Jambearum, Pakusari, Patrang, Kencong, dan Jombang.

Di beberapa SPBU, antrean bahkan memanjang hingga keluar area pengisian dan mendekati akses jalan raya.

Kondisi ini bermula sejak Minggu (30/8/2026). Saat itu, antrean panjang terutama terjadi pada pembelian Pertalite. Pertamina menyebut stok BBM masih tersedia, sementara peningkatan konsumsi masyarakat dan isu kenaikan harga BBM yang beredar turut memicu lonjakan pembelian.

Namun, persoalan kemudian diperparah oleh kendala distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kemacetan di kawasan Tanjung Wangi memang memberikan tantangan terhadap kelancaran pengiriman BBM.

“Kami memahami kondisi kemacetan di kawasan Tanjung Wangi berdampak pada waktu tempuh mobil tangki. Namun, Pertamina terus melakukan berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan,” ujar Ahad.

Pertamina pun berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar pergerakan mobil tangki. Di antaranya dengan Satuan Lalu Lintas, KP3, Polairud, Lanal, Polsek, dan Babinsa.

Selain itu, Pertamina menyiapkan skema alih suplai dari wilayah lain untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan.

Potensi alih suplai yang disiapkan mencapai 584 kiloliter (KL) untuk kebutuhan wilayah Bondowoso dan Situbondo. Distribusi dari sejumlah terminal lain juga disiapkan guna mengurangi ketergantungan terhadap jalur Tanjung Wangi.

“Yang menjadi prioritas kami adalah memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, distribusi terus kami monitor dan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Ahad.

Dengan demikian, antrean BBM yang terjadi di Jember bukan hanya dipengaruhi tingginya konsumsi masyarakat. Gangguan perjalanan mobil tangki akibat kemacetan parah di Tanjung Wangi turut berdampak terhadap waktu kedatangan pasokan ke wilayah Tapal Kuda.

Meski antrean masih terjadi di sejumlah SPBU, Pertamina memastikan stok BBM secara keseluruhan dalam kondisi aman dan distribusi terus dilakukan.

Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan agar pasokan dapat terdistribusi secara merata.

Jika keterlambatan pengiriman terus berlangsung, skema alih suplai dan pengaturan distribusi menjadi penting untuk mencegah antrean BBM di Jember semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *