BeritaHeadline

JMSI Beri Catatan untuk Polresta Sumenep, Transparansi Informasi Jadi Poin Utama

0
×

JMSI Beri Catatan untuk Polresta Sumenep, Transparansi Informasi Jadi Poin Utama

Sebarkan artikel ini
JMSI Beri Catatan untuk Polresta Sumenep, Transparansi Informasi Jadi Poin Utama
Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra saat foto bersama dengan anggita JMSI kabupaten Sumenep. Foto: JMSI

Sumenep, locusjatim.com Transparansi informasi publik menjadi sorotan utama dalam pertemuan silaturahmi antara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep dengan Kapolresta Sumenep. Dalam forum tersebut, JMSI menyampaikan sejumlah catatan yang dinilai penting sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

Silaturahmi yang berlangsung di Sekretariat JMSI Sumenep, Jalan Sultan Abdurrahman Gang V Nomor 13, Kota Sumenep, Rabu (29/7/2026), dihadiri langsung Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu beserta jajaran.

Ketua JMSI Kabupaten Sumenep, Supanji, menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara kepolisian dan media tidak hanya sebatas komunikasi formal, tetapi juga harus dibangun melalui keterbukaan informasi, saling menghargai tugas masing-masing, serta memberikan ruang yang sama bagi jurnalis untuk menjalankan fungsi kontrol sosial.

Menurutnya, masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, terutama terkait transparansi penyampaian informasi kepada publik melalui media.

“Kami ingin menyamakan persepsi tentang makna bermitra. Ada dua peristiwa yang menyakitkan jurnalis Sumenep, mulai dari rilis penemuan kokain hingga peresmian Polresta. Hal-hal seperti ini harus menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang,” kata Supanji.

Ia menilai media merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, akses informasi yang terbuka serta pelibatan wartawan dalam kegiatan kepolisian menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain itu, Supanji juga menyoroti pola kerja kehumasan Polresta Sumenep. Menurutnya, pelayanan informasi kepada media perlu ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan penyampaian informasi maupun kualitas materi yang diberikan kepada wartawan.

Ia berharap rilis yang dibagikan tidak langsung berbentuk berita utuh, melainkan berupa data atau bahan informasi yang dapat dikembangkan secara independen oleh jurnalis.

“Alhamdulillah sekarang humas sudah dijabat Plt. Kalau masih tetap yang lama, rekomendasi kami memang diganti. Rilis yang dibagikan seharusnya berupa materi, bukan langsung menjadi berita, bahkan beberapa kali kami cek di grup mitra humas hasil AI. Sesekali ajak kami ke lapangan supaya informasi yang diterima lebih utuh,” ujarnya.

Menurut Supanji, keterlibatan media dalam peliputan langsung akan menghasilkan pemberitaan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat prinsip transparansi informasi kepada masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu mengapresiasi sikap terbuka JMSI dalam menyampaikan kritik dan saran. Ia menegaskan seluruh catatan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik Polresta Sumenep.

“Kita harus open minded, tidak boleh anti kritik, dan harus mau belanja masalah. Itu bagian dari komunikasi yang baik,” tegasnya.

Ariek mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, khususnya dalam bidang kehumasan dan pola komunikasi dengan media. Karena itu, pihaknya tengah memperkuat sistem pelayanan informasi agar lebih cepat, terbuka, dan profesional.

“Terutama dalam konteks komunikasi publik dan berkomunikasi dengan teman-teman media, itu sudah menjadi PR kami. Berikan kami ruang dan waktu karena fondasinya sedang kami perkuat dan sistemnya sedang kami benahi,” katanya.

Ia menegaskan media memiliki peran penting sebagai mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi dan kolaborasi yang selama ini terjalin harus terus diperkuat.

“Polisi sangat membutuhkan dukungan teman-teman media. Kita tidak bisa besar kalau teman-teman media tidak mendukung. Mereka butuh informasi, maka kita juga jangan pelit memberikan informasi,” ungkapnya.

Kapolresta memastikan seluruh masukan dari JMSI akan dirangkum sebagai bahan evaluasi demi mewujudkan hubungan kemitraan yang lebih baik, dengan mengedepankan transparansi informasi, komunikasi yang sehat, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.

“Kalau ada salah kata, kekhilafan, atau kebijakan yang kurang tepat, tolong ingatkan saya. Semua masukan akan kami rangkum dan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *