Berita

Jelang Iduladha Harga Sembako di Sumenep Mulai Naik Ini Daftar Terbarunya

905
×

Jelang Iduladha Harga Sembako di Sumenep Mulai Naik Ini Daftar Terbarunya

Sebarkan artikel ini
Jelang Iduladha Harga Sembako di Sumenep Mulai Naik Ini Daftar Terbarunya
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumenep saat tinjau pasar anom. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Anom mulai menunjukkan tren kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Sejumlah komoditas dapur yang menjadi kebutuhan harian masyarakat terpantau mengalami penyesuaian harga, meski ketersediaan barang masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumenep, kenaikan paling terasa terjadi pada kelompok bumbu dapur. Harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Cabai merah keriting juga ikut naik di angka Rp50 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, bawang merah turut mengalami kenaikan harga. Di pasaran, komoditas ini dijual sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, bahkan untuk pasokan tertentu sudah menyentuh Rp50 ribu per kilogram.

Sekretaris TPID Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan kenaikan harga tersebut merupakan hasil pantauan langsung di lapangan bersama sejumlah pihak terkait.

“Dari hasil pemantauan yang kita lakukan, ada beberapa komoditas memang yang mengalami kenaikan. Salah satunya seperti bawang merah,” ujarnya.

Meski beberapa harga mulai naik, sebagian kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil. Beras medium jenis mentik dijual sekitar Rp12.600 per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, telur ayam Rp27 ribu per kilogram, serta ayam potong berkisar Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram dan ayam kampung mencapai Rp100 ribu per ekor.

TPID memastikan stok kebutuhan pokok masih mencukupi hingga Iduladha. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Dari beberapa hasil pemantauan, kita pastikan masyarakat ini harus bijak membelanjakan terhadap semua komoditas agar jangan sampai terjadi panic buying. Karena sementara dari beberapa stok yang ada masih aman menghadapi Iduladha,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *