BeritaHeadline

Pasar Anom Jadi Barometer, TPID Sumenep Perketat Pengawasan Harga Jelang Iduladha

1080
×

Pasar Anom Jadi Barometer, TPID Sumenep Perketat Pengawasan Harga Jelang Iduladha

Sebarkan artikel ini
Pasar Anom Jadi Barometer, TPID Sumenep Perketat Pengawasan Harga Jelang Iduladha
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama aparat kepolisian dan perangkat daerah saat sidak pasar anom. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Pemerintah Kabupaten Sumenep meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan harga bahan pokok menjelang Iduladha dengan menjadikan Pasar Anom sebagai titik utama pemantauan, Jumat (22/05/2026).

Langkah ini dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama aparat kepolisian dan perangkat daerah terkait untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris TPID Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga selama periode hari besar keagamaan.

“Jadi hasil pantauan di pagi hari ini bersama anggota tim TPID, bersama Polres, dan juga beberapa OPD teknis, kita melaksanakan pemantauan dalam rangka Hari Besar Keagamaan menghadapi Iduladha,” ujarnya.

Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan adanya tekanan harga pada beberapa komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah. Namun, secara umum pasokan bahan pokok dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan warga.

Pasar Anom dipilih sebagai pusat pengawasan karena memiliki peran strategis dalam membentuk harga di pasar-pasar lain di Sumenep. Pergerakan harga di lokasi ini kerap menjadi indikator kondisi pasar secara keseluruhan.

Untuk mengantisipasi gejolak lebih lanjut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah intervensi, termasuk penguatan operasi pasar dan optimalisasi program Warung Inflasi. Program ini diharapkan mampu menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil, baik melalui titik layanan tetap maupun distribusi keliling ke wilayah kecamatan.

Pengawasan terhadap rantai distribusi juga akan terus diperketat guna mencegah potensi penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok di Sumenep dalam kondisi cukup hingga Iduladha.

“Itu kita lakukan agar pemerintah hadir di dalam kondisi menghadapi hari-hari besar keagamaan nasional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *