Sumenep, locusjatim.com – BPRS Bhakti Sumekar terus memperkuat perannya sebagai bank syariah daerah dengan menghadirkan beragam produk tabungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari persiapan hari raya hingga ibadah umroh, seluruh produk dirancang agar nasabah dapat merencanakan keuangan secara lebih matang dan terarah.
Salah satu produk yang cukup dikenal adalah TAHARA atau Tabungan Hari Raya. Program ini memungkinkan masyarakat menyiapkan kebutuhan Lebaran secara bertahap, sehingga tidak terbebani lonjakan pengeluaran menjelang Idul Fitri.
Selain itu, BPRS Bhakti Sumekar juga menawarkan Tabungan Qurban. Produk ini membantu masyarakat merencanakan pembelian hewan kurban dengan sistem menabung rutin, sehingga biaya yang harus dikeluarkan tidak terasa berat saat momen Iduladha tiba.
Untuk kebutuhan ibadah lainnya, tersedia Tabungan Umroh yang memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mempersiapkan biaya perjalanan ke Tanah Suci secara bertahap melalui prinsip keuangan syariah.
Tak hanya fokus pada kebutuhan ibadah, bank ini juga menyasar kalangan pelajar dan generasi muda melalui Simpanan Pelajar (Simpel) dan Tabungan Gaul iB. Kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya menabung sejak dini sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah.
Sementara itu, bagi masyarakat umum maupun pelaku usaha kecil, Tabungan Barokah tetap menjadi salah satu produk unggulan. Dengan akad wadi’ah, tabungan ini menawarkan setoran awal yang ringan serta tanpa biaya administrasi bulanan, sehingga lebih mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Keberagaman produk ini menunjukkan bahwa layanan perbankan syariah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga sebagai sarana perencanaan keuangan yang menyeluruh—baik untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, maupun ibadah.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, berharap inovasi produk tersebut dapat mendorong masyarakat lebih disiplin dalam mengelola keuangan.
“Kami ingin masyarakat melihat tabungan sebagai bagian dari perencanaan masa depan, bukan sekadar sisa pengeluaran,” pungkasnya.






