Berita

FTIK UIN KHAS Jember Tancap Gas 2026 Targetkan Lompatan Riset dan Prodi STEM

850
×

FTIK UIN KHAS Jember Tancap Gas 2026 Targetkan Lompatan Riset dan Prodi STEM

Sebarkan artikel ini
FTIK UIN KHAS Jember Tancap Gas 2026 Targetkan Lompatan Riset dan Prodi STEM
Wakil Rektor 1, Prof. Dr. M. Khusna Amal

Jember, locusjatim.com Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mulai memetakan langkah besar menuju daya saing global melalui Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2026.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 28–30 April 2026 di Kalibaru Cottages Hotel, Banyuwangi ini menjadi momentum penting untuk mengakselerasi capaian sekaligus merancang lompatan strategis ke depan.

Forum itu disebut turut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah kebijakan akademik berbasis capaian dan tantangan masa depan.

Wakil Rektor 1, Prof. Dr. M. Khusna Amal menyoroti posisi FTIK yang tengah berada dalam fase keemasan. Ia menyebut, mayoritas program studi di lingkungan FTIK telah meraih akreditasi tertinggi, sebuah capaian yang menjadi fondasi kuat untuk pengembangan selanjutnya.

Namun, capaian tersebut tidak membuat langkah FTIK melambat. Justru, fokus baru diarahkan pada penguatan riset dan publikasi ilmiah. Saat ini, FTIK telah memiliki sejumlah jurnal terakreditasi, dan tengah mendorong peningkatan kualitas hingga menembus indeksasi internasional.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pihaknya juga memperkenalkan program “JATIM MELAJU” yang menekankan kolaborasi lintas sektor. Melalui program ini, hasil riset tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi didorong untuk terhubung dengan kebutuhan nyata melalui kerja sama dengan dunia usaha, pemerintah daerah, hingga kementerian.

Tak hanya itu, arah pengembangan juga menyasar pembukaan program studi baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan posisi UIN KHAS Jember dalam peta persaingan global.

Di sisi sumber daya manusia, peningkatan kualitas dosen menjadi perhatian serius. Program Training of Trainer (ToT) disiapkan sebagai upaya sistematis untuk memperkuat kapasitas pengajar, dengan FTIK dipercaya sebagai motor penggeraknya.

“Ini adalah modal yang sangat besar bagi kita. Tantangannya sekarang bukan hanya menjaga prodi yang sudah unggul tetap konsisten, tetapi juga memastikan prodi lainnya bisa segera menyusul. Kita ingin kualitas itu merata dan saling menguatkan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *