Pendidikan

1.667 Pendaftar Rebut Kursi Kuliah di UIN KHAS Jember, UM PTKIN 2026 Digelar Ketat dan Terstandar

1214
×

1.667 Pendaftar Rebut Kursi Kuliah di UIN KHAS Jember, UM PTKIN 2026 Digelar Ketat dan Terstandar

Sebarkan artikel ini
1.667 Pendaftar Rebut Kursi Kuliah di UIN KHAS Jember, UM PTKIN 2026 Digelar Ketat dan Terstandar
Calon Mahasiswa baru UIN KHAS Jember. Foto: Istimewa.

Jember,locusjatim.com Persaingan masuk Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) 2026 mulai berlangsung. Sebanyak 1.667 calon mahasiswa tercatat memilih UIN KHAS Jember sebagai kampus tujuan dan bersaing memperebutkan kursi di lima fakultas yang tersedia.

Seleksi berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) itu digelar mulai 8 hingga 11 Juni 2026 dan dipusatkan di Gedung Business and Education Center (BEC) UIN KHAS Jember. Sejak hari pertama pelaksanaan, ratusan peserta tampak memadati area kampus untuk mengikuti ujian yang menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi keagamaan negeri tersebut.

Meski jumlah peminat mencapai 1.667 orang, peserta yang mengikuti ujian di titik lokasi UIN KHAS Jember berjumlah 1.332 orang. Mereka menjalani seleksi secara bertahap dalam 12 sesi ujian yang tersebar selama empat hari pelaksanaan.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN KHAS Jember, Nawawi, menjelaskan panitia telah menyiapkan enam ruang ujian dengan kapasitas masing-masing 20 peserta untuk setiap sesi.

“Di lokasi ujian UIN KHAS Jember terdapat 1.332 peserta yang mengikuti seleksi. Pelaksanaannya berlangsung selama empat hari dengan tiga sesi setiap hari atau total 12 sesi. Seluruh tahapan sampai saat ini berjalan lancar tanpa kendala yang berarti,” katanya, Seni (08/06/2026).

Menurut Nawawi, kesiapan sarana dan sistem pendukung menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan sesuai standar yang telah ditetapkan panitia nasional.

Ketatnya pelaksanaan UM PTKIN 2026 juga terlihat dari keterlibatan panitia pusat yang melakukan pemantauan langsung pada hari pertama ujian. Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh lokasi ujian menerapkan prosedur yang sama sehingga tidak ada perbedaan pelayanan maupun perlakuan terhadap peserta.

Anggota Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Kusaeri, mengatakan pengawasan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari potensi gangguan teknis hingga kemungkinan terjadinya pelanggaran selama ujian berlangsung.

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Kami juga mengawasi kemungkinan adanya kendala teknis maupun potensi kecurangan, sekaligus memastikan prosedur di setiap lokasi ujian diterapkan secara seragam,” ujarnya.

Ia menegaskan kesetaraan layanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan UM PTKIN karena seluruh peserta harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa dipengaruhi lokasi tempat mereka mengikuti ujian.

Tahun ini, para peserta yang memilih UIN KHAS Jember akan bersaing untuk mendapatkan kursi di lima fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *