Berita

Antusiasme Sekolah Meningkat, BPRS Bhakti Sumekar Optimistis Capai Target BBS 2026

712
×

Antusiasme Sekolah Meningkat, BPRS Bhakti Sumekar Optimistis Capai Target BBS 2026

Sebarkan artikel ini
Antusiasme Sekolah Meningkat, BPRS Bhakti Sumekar Optimistis Capai Target BBS 2026
Foto ilustrasi BBS Sekolah.

Sumenep, locusjatim.com Tingginya minat lembaga pendidikan terhadap program BBS Sekolah membuat BPRS Bhakti Sumekar semakin optimistis dapat mencapai target 90 sekolah pengguna hingga tahun 2026. Program yang bertujuan menumbuhkan budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar itu terus menunjukkan perkembangan positif.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan pelaksanaan program sejauh ini masih berjalan sesuai dengan roadmap yang telah disusun. Evaluasi terhadap capaian program dilakukan secara berkala dengan memperbarui data setiap bulan.

“Hingga saat ini, realisasi terus berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan. Persentase capaian akan kami sesuaikan dengan data terbaru per bulan, dan kami optimis target 90 sekolah pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana,” jelasnya, Kamis (11/06/2026).

Menurut Hairil, respons positif dari sekolah menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan program BBS Sekolah. Karena itu, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta berbagai lembaga pendidikan guna mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan.

Selain memperluas jumlah sekolah peserta, BPRS Bhakti Sumekar juga aktif memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah kepada siswa, guru, maupun wali murid. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui petugas lapangan agar pelaksanaan program berjalan optimal.

Sebagai bank daerah milik masyarakat Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang dapat diakses secara merata. Karena itu, pengembangan BBS Sekolah tidak hanya menyasar wilayah daratan, tetapi juga lembaga pendidikan di kawasan kepulauan.

Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti kondisi geografis wilayah kepulauan, padatnya agenda sekolah, hingga perlunya peningkatan pemahaman mengenai keuangan syariah, BPRS Bhakti Sumekar meyakini berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

Hairil berharap BBS Sekolah mampu memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan, tidak hanya sebagai sarana menabung, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter generasi muda.

“BBS Sekolah bukan sekadar program penghimpunan dana, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun karakter disiplin, kemandirian, dan literasi keuangan generasi masa depan Sumenep,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *