Sampang, locusjatim.com – Lama terabaikan dan nyaris tak tersentuh perbaikan, jembatan gantung di Dusun Naroan, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, akhirnya kembali “bernapas”. Infrastruktur yang telah berdiri sejak era 1950-an itu kini direvitalisasi berkat kepedulian Polres Sampang bersama masyarakat setempat.
Selama bertahun-tahun, jembatan tersebut hanya mengandalkan perbaikan swadaya warga. Kondisinya pun semakin memprihatinkan dan membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintas. Kekhawatiran itu kini mulai terjawab setelah Polres Sampang turun langsung melakukan renovasi yang telah berjalan selama lima hari.
Dipimpin langsung Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., MM., proses perbaikan dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel kepolisian dan masyarakat. Upaya ini menjadi titik balik bagi jembatan yang sebelumnya nyaris dilupakan.
“Kegiatan untuk renovasi jembatan gantung yang rusak yang berada di Kabupaten Sampang sudah lama direncanakan untuk sebisanya dibantu memperbaiki dan di Desa Tanggumong ini yang menjadi sasaran utama, untuk dikerjakan karena sudah tidak layak dilewati dan membahayakan masyarakat dan anak-anak sekolah yang sedang menyeberang di jembatan gantung,”ucap Kapolres AKBP Hartono, S.Pd., MM., Selasa (28/04/2026).
Menurutnya, jembatan gantung tersebut bukan sekadar akses biasa. Ia menjadi urat nadi penghubung antar dusun yang menopang aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan warga sehari-hari.
Hartono juga menyebutkan bahwa renovasi dilakukan pada jembatan gantung karena menjadi akses vital penghubung antar Dusun di Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang , dan Infrastruktur tersebut selama ini digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas ekonomi dan sosial serta anak sekolah, dan juga renovasi ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan fasilitas umum agar tetap aman dan layak digunakan,”ungkapnya.
Renovasi ini juga menjadi cerminan kuatnya kolaborasi. Selain tenaga yang dikerahkan warga, perbaikan jembatan turut didukung sumbangsih anggota Polres Sampang. Semangat kebersamaan itu pun diabadikan dalam tema “Merah Putih Polres Sampang bersama Masyarakat”.
Kini, wajah jembatan mulai berubah. Struktur yang sebelumnya rapuh perlahan kokoh kembali. Proses pengerjaan pun hampir rampung dan tinggal menyisakan tahap akhir.
“Insya Allah Minggu ini kami resmikan karena hari ini sudah rampung tinggal pengecatan dan apa yang perlu ditambah,”tambahnya.
Bagi warga, kehadiran polisi dalam perbaikan ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga harapan baru. Ludfi, tokoh masyarakat setempat, mengaku terharu sekaligus bangga atas perhatian yang diberikan.
“Selama ini kalau ada perbaikan masyarakat suwadaya atau sumbangan agar bisa diperbaiki, dan tahun ini dari Kapolres Sampang,”ucapnya.
Ia menambahkan, setiap lima tahun sekali warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp30 juta untuk memperbaiki jembatan tersebut secara mandiri. Namun hingga kini, harapan pembangunan permanen dari pemerintah belum juga terealisasi.
“Kami berharap kepada pemerintah untuk bisa membangun jembatan ini, karena sudah berapa kali mengajukan sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya,”harapnya.






