Berita

Dua Rumah Ludes Dilalap Api, Pemilik Berusaha Selamatkan Harta hingga Kena Luka Bakar

912
×

Dua Rumah Ludes Dilalap Api, Pemilik Berusaha Selamatkan Harta hingga Kena Luka Bakar

Sebarkan artikel ini
Dua Rumah Ludes Dilalap Api, Pemilik Berusaha Selamatkan Harta hingga Kena Luka Bakar
Proses pemadam kebakaran. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Dusun Sumberwaru, RT 06/RW 10, Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Minggu (13/9/2026) pagi. Kobaran api sempat membuat warga sekitar panik.

Di tengah kebakaran, salah seorang pemilik rumah, Mad (61), sempat berusaha menghadapi api untuk menyelamatkan sejumlah harta benda miliknya.

Upaya tersebut membuat Mad mengalami luka bakar ringan. Ia mengalami luka pada tangan kanan, punggung, dan kaki dengan tingkat luka bakar diperkirakan sekitar 10 persen.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan Mad telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat.

“Saudara Mad mengalami luka bakar ringan pada bagian tubuh sebelah tangan kanan, punggung dan kaki. Luka bakar sekitar 10 persen,” kata Edy.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mad mengalami luka saat berupaya menghadapi kebakaran setelah mengetahui rumahnya terbakar. Korban disebut sempat panik dan berusaha memadamkan api sekaligus menyelamatkan sejumlah barang miliknya.

Sementara itu, dua rumah yang terbakar masing-masing merupakan milik Mad (61) dan Hari (32). Kebakaran tersebut berdampak terhadap empat jiwa, termasuk seorang balita.

Danru C Posko Kalisat Damkarmat Jember, Samhari, mengatakan kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat.

Saat api muncul, kedua rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang beraktivitas mengolah tembakau, termasuk menjemur atau mencuci tembakau.

“Kebakaran terjadi pada pagi hari di area pemukiman padat. Kondisi rumah saat kejadian sedang kosong karena pemiliknya sedang beraktivitas menjemur atau mencuci tembakau,” ujar Samhari.

Dua bangunan rumah yang terbakar memiliki luas keseluruhan sekitar 10 x 12 meter.

Warga yang pertama kali mengetahui kobaran api langsung berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Petugas Damkarmat Jember kemudian datang untuk melakukan penanganan.

Satu unit mobil pemadam dari Posko Kalisat dengan empat personel diterjunkan ke lokasi. Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.

“Sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Kalisat diterjunkan ke lokasi dengan kekuatan empat personel. Proses pemadaman dan pendinginan juga dibantu secara langsung oleh warga sekitar,” kata Samhari.

Petugas sempat menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman dengan akses jalan yang cukup sempit.

Kondisi tersebut membuat kendaraan kesulitan melintas menuju titik kebakaran. Meski demikian, petugas bersama warga akhirnya berhasil mengendalikan api.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 60 menit. Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Terkait penyebab kebakaran, hingga kini belum ada kepastian. Samhari menyebut dugaan awal berkaitan dengan kelalaian saat memasak atau ketika mematikan kompor yang digunakan dalam aktivitas pengolahan tembakau. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan.

“Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Jember menerima laporan kejadian sekitar pukul 06.05 WIB.

Menurut Edy, informasi awal yang diterima Pusdalops BPBD menyebut kebakaran diduga bersumber dari korsleting listrik pada bagian atap atau plafon ruang tamu.

“Pusdalops BPBD menerima laporan terkait kejadian kebakaran rumah pada Minggu, 13 September 2026 pukul 06.05 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran diduga bersumber dari korsleting listrik pada bagian atap atau plafon ruang tamu,” jelas Edy.

Adanya perbedaan dugaan mengenai sumber api membuat penyebab pasti kebakaran masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut di lapangan.

Kebakaran menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan berat. Untuk sementara, kedua keluarga terdampak tidak dapat menempati rumah mereka. Mereka memilih tinggal bersama kerabat hingga kondisi memungkinkan untuk kembali.

“Untuk sementara, penghuni rumah yang terdampak tidak tinggal di rumahnya karena mengalami kerusakan berat. Mereka memilih tinggal bersama kerabatnya,” pungkas Edy.

BPBD Jember kemudian melakukan asesmen pada Minggu siang untuk mendata dampak dan kebutuhan warga.

Tim berangkat sekitar pukul 12.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Selain berkoordinasi dengan perangkat desa, BPBD menyalurkan bantuan berupa sembako, paket kebersihan, family kit, tambahan gizi, sandang, selimut, lauk-pauk, terpal, makanan siap saji, paket sandang lansia, dan baby kit.

Petugas juga memberikan edukasi mitigasi bencana kepada warga. Sementara itu, Tim JituPasna masih melakukan penghitungan terhadap total kerugian akibat kebakaran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *