Olahraga

KONI Sumenep Gebrak Haornas 2026, 8 Cabor Baru Disiapkan Masuk Pembinaan

917
×

KONI Sumenep Gebrak Haornas 2026, 8 Cabor Baru Disiapkan Masuk Pembinaan

Sebarkan artikel ini
Hari Olahraga Nasional 2026
Ketua Harian KONI Sumenep, Abd. Kadir Al-Mahdaly. Foto: Istimewa

Sumenep, locusjatim.com Target meningkatkan prestasi olahraga membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep mulai memperlebar pintu pembinaan atlet. Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi titik untuk menyiapkan sejumlah cabang olahraga baru agar ikut masuk dalam ekosistem pembinaan.

Sekitar tujuh hingga delapan cabor tengah dipertimbangkan untuk bergabung dengan KONI Sumenep. Penambahan ini berpotensi membuat jumlah cabor yang dibina meningkat dari 26 menjadi lebih dari 30 cabang.

Namun, KONI memastikan penambahan tersebut bukan sekadar mengejar jumlah. Setiap cabor akan dipertimbangkan berdasarkan potensi atlet yang dimiliki serta peluangnya untuk menghasilkan prestasi bagi daerah.

Ketua Harian KONI Sumenep, Abd. Kadir Al-Mahdaly menegaskan, proses seleksi menjadi tahapan penting sebelum sebuah cabor masuk dalam pembinaan resmi.

“Jadi kita filter dulu dari cabor yang ada atletnya dan berpotensi juga untuk berprestasi,” kata Abd. Kadir, Rabu (09/09/2026).

Menurutnya, salah satu olahraga yang saat ini memiliki peluang untuk dikembangkan adalah domino. Olahraga tersebut telah memiliki paguyuban di Sumenep sehingga tidak dimulai dari nol.

Basis komunitas itu dinilai dapat menjadi pijakan untuk melihat seberapa besar potensi atlet yang bisa dikembangkan. Jika memenuhi kriteria, pembinaan dapat diarahkan menuju pola yang lebih terorganisasi.

KONI juga melihat perluasan cabor sebagai bagian dari pekerjaan jangka panjang untuk menjaga regenerasi. Atlet yang sudah menjadi andalan daerah tetap akan dimaksimalkan, tetapi pada saat bersamaan harus disiapkan generasi penerus.

“Melalui regenerasi atlet, kemudian kita maksimalkan atlet-atlet yang sudah kita punya,” ujarnya.

Persoalan pembinaan, lanjut Abd. Kadir, tidak berhenti pada pencarian atlet. Dukungan fasilitas menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki ruang untuk berolahraga dan atlet mempunyai tempat yang layak untuk meningkatkan kemampuannya.

Atas dasar itu, KONI Sumenep menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendorong penyediaan fasilitas olahraga yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat.

“Kami bekerja sama dengan Pemkab Sumenep untuk memberikan fasilitas terbaik bagi masyarakat, khususnya fasilitas olahraga,” tuturnya.

Bagi KONI, semangat Haornas juga harus diterjemahkan lebih luas. Olahraga diharapkan tidak hanya identik dengan arena pertandingan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk gemar berolahraga, bersatu untuk Indonesia sehat dan berprestasi,” katanya.

Seluruh proses tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan daya saing atlet Sumenep dalam berbagai kompetisi. Porprov menjadi salah satu panggung yang ingin dipersiapkan sejak jauh hari.

Dengan memperluas pencarian bibit, memperkuat regenerasi, serta mengoptimalkan atlet yang telah ada, KONI Sumenep berharap kekuatan olahraga daerah semakin kompetitif saat tampil di level Jawa Timur.

“Ini kita berproses untuk lebih mengangkat prestasi Sumenep, khususnya di Porprov nanti,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *