Berita

Api Kepung Pegunungan Ijen, Kawasan Wisata Ditutup Total

178
×

Api Kepung Pegunungan Ijen, Kawasan Wisata Ditutup Total

Sebarkan artikel ini
Kebakaran gununv kawah ijen
Kebakaran kawah ijen. Foto: Istimewa

Banyuwangi, locusjatim.com Kobaran api yang melanda kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, semakin mengkhawatirkan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya berada di sekitar Gunung Merapi Ungup-Ungup kini mulai merambah kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Situasi tersebut membuat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengambil langkah tegas. Seluruh aktivitas wisata di Kawah Ijen resmi dihentikan mulai Jumat (4/9/2026) malam.

Keputusan penutupan diambil setelah titik api semakin mendekati kawasan wisata. Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengungkapkan, kobaran api telah mencapai kawasan sekitar Pondok Bunder yang berada di jalur menuju Kawah Ijen.

“Hari ini api tambah membesar dan dekat, sudah masuk ke TWA dekat Pondok Bunder,” kata Nur Patria saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (4/9/2026

Pondok Bunder menjadi salah satu titik penting di kawasan Ijen. Lokasinya berjarak sekitar tiga kilometer dari Pos Paltuding dan berada di jalur yang biasa dilalui wisatawan menuju Kawah Ijen.

Kawasan tersebut juga dikenal sebagai lokasi penimbangan belerang terakhir bagi para penambang sebelum mereka turun dari gunung.

Dengan api yang mulai memasuki kawasan TWA, BBKSDA memilih menutup sementara seluruh aktivitas wisata. Belum ada kepastian kapan kawasan tersebut akan kembali dibuka.

Pembukaan kembali nantinya akan mempertimbangkan perkembangan karhutla serta kondisi keamanan di lapangan.

Sebelumnya, Kawah Ijen memang telah ditutup pada Jumat karena pelaksanaan kegiatan Ijen Rijig. Namun, penutupan tersebut kemudian diperpanjang menyusul kondisi kebakaran yang semakin mendekati kawasan wisata.

“Yang pasti untuk kawasan kami, Ijen, kami akan lakukan penutupan mulai hari ini. Karena sebenarnya hari ini kan Ijen Rijig tutup, ya sudah tutup terus ini sekalian,” ujar Nur Patria.

Di tengah kepungan api, upaya pemadaman juga terus dilakukan secara bersama-sama. Sejumlah pecinta alam, pelaku usaha wisata hingga masyarakat sekitar ikut turun membantu pemadaman setelah apel dan kegiatan Ijen Rijig selesai.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius. Angin kencang membuat api sulit dikendalikan sekaligus meningkatkan risiko kobaran api bergerak semakin cepat.

“Setelah apel Ijen Rijig itu teman-teman pecinta alam, pelaku usaha, masyarakat sekitar langsung melakukan pemadaman. Tapi memang tidak kuat karena anginnya kencang,” jelasnya.

Ancaman karhutla tidak hanya terpantau di sekitar Kawah Ijen. Berdasarkan pemantauan BPBD Banyuwangi melalui sistem SI PONGI pada Kamis (3/9/2026), sejumlah titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di beberapa wilayah.

Di antaranya berada di kawasan Alas Bulu, Wongsorejo, Ketapang, Kalipuro, Gombengsari hingga mendekati Taman Sari, Kecamatan Licin.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah instansi melakukan konsolidasi penanganan karhutla. BPBD, Perhutani, BKSDA dan Forkopimcam Licin dilibatkan dalam upaya penanganan, termasuk rencana pembentukan posko pengendalian karhutla di kawasan Pegunungan Ijen.

BBKSDA pun meminta masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati kawasan yang terdampak kebakaran. Wisatawan juga diminta menunda rencana kunjungan ke Kawah Ijen sampai ada pemberitahuan resmi mengenai pembukaan kembali kawasan.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya karhutla, bukan sekadar untuk menghentikan aktivitas wisata.

Keselamatan wisatawan, masyarakat, petugas, hingga seluruh pihak yang berada di kawasan Ijen menjadi pertimbangan utama. Meski demikian, BBKSDA menyadari penghentian aktivitas wisata turut berdampak kepada para pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata Ijen.

“Kalau cepat dibantu, cepat selesai, ya cepat kami buka lagi sesuai dengan arahan pusat juga, karena keselamatan menurut saya nomor satu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *