Berita

Dosen dan Tendik UIN KHAS Jember Digembleng Nilai Moderasi Beragama Selama Empat Hari

719
×

Dosen dan Tendik UIN KHAS Jember Digembleng Nilai Moderasi Beragama Selama Empat Hari

Sebarkan artikel ini
Dosen dan Tendik UIN KHAS Jember Digembleng Nilai Moderasi Beragama Selama Empat Hari
Penguatan moderasi beragama di lingkungan kampus terus digencarkan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember melalui kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama bagi dosen dan tenaga kependidikan. Foto: Istimewa

Jember,locusjatim.com Upaya penguatan moderasi beragama di lingkungan kampus terus digencarkan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember melalui kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang digelar selama empat hari, mulai Kamis (30/04/2026) hingga Minggu (03/05/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Moderasi Beragama LP2M tersebut, menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif, sekaligus memperkuat peran civitas akademika dalam merawat harmoni di tengah masyarakat.

Kepala Pusat Moderasi Beragama, Dr. Shoni Rahmatullah Amrozi, dalam sambutannya menegaskan bahwa orientasi tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat sejak dirinya menjabat. Ia menjelaskan, terdapat perbedaan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, terutama pada durasi kegiatan yang kembali mengikuti standar nasional selama empat hari penuh.

Ia menuturkan bahwa orientasi kali ini tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung melalui pendampingan fasilitator bersertifikasi nasional. Peserta, kata dia, akan memahami secara utuh perbedaan antara sosialisasi, orientasi, hingga Training of Trainers (TOT) yang selama ini kerap disalahartikan.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi dosen dalam program tersebut telah mencapai sekitar 60 persen, sementara tenaga kependidikan sudah menyentuh angka 80 persen. Meski demikian, masih ada sekitar 40 persen dosen yang akan mengikuti orientasi pada tahap berikutnya.

Ia juga menegaskan bahwa orientasi itu menjadi syarat penting bagi dosen yang ingin mengampu mata kuliah moderasi beragama di kampus, sehingga memiliki pemahaman yang utuh, tidak sekadar bersifat konseptual

“Selama empat hari, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibimbing langsung oleh fasilitator nasional agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LP2M, Dr. Zainal Abidin, menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan prioritas utama institusi yang sejalan dengan visi pimpinan kampus serta program strategis nasional.

Ia menjelaskan, implementasi moderasi beragama di kampus telah berjalan secara sistematis. Pada tingkat mahasiswa, materi tersebut sudah menjadi bagian dari Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sejak 2019, bahkan berkembang menjadi mata kuliah wajib sejak 2024.

Selain itu, berbagai program pendukung juga terus dikembangkan, mulai dari riset kolaboratif dosen dan mahasiswa, KKN tematik moderasi beragama, hingga lomba film pendek tingkat SLTA se-Jawa Timur.

“Penguatan moderasi beragama bukan hanya untuk kampus, tetapi menjadi bekal ketika mahasiswa kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Zainal juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal dengan fokus penuh selama empat hari pelaksanaan. Lebih lanjut, pihaknya berharap UIN KHAS Jember akan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, tidak hanya dalam tataran wacana, tetapi juga dalam praktik nyata di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

“Selama empat hari ini kami mohon Bapak-Ibu fokus mengikuti kegiatan, lupakan dulu urusan kantor agar mendapatkan manfaat optimal,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *