Jember,locusjatim.com – Sesi kedua Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menghadirkan penekanan baru: seluruh program kemahasiswaan dan kerja sama harus berorientasi pada dampak nyata, bukan lagi sekadar rutinitas administratif.
Rektor 3 bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. H. Khoirul Faizin, mendorong perubahan mendasar dalam pola pembinaan mahasiswa. Ia menilai, pendekatan yang selama ini berjalan perlu ditransformasi menjadi lebih terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan pendanaan untuk organisasi mahasiswa (ORMAWA) tetap menjadi komitmen kampus. Namun, arah kebijakan kini bergeser pada kualitas pendampingan dan hasil kegiatan yang lebih jelas.
“Pendanaan untuk ORMAWA tetap kami pastikan ada. Tapi orientasinya harus berubah. Pembina tidak boleh hanya formalitas, melainkan terlibat penuh mulai dari penyusunan TOR sampai evaluasi rutin. Koordinator prodi juga perlu aktif membimbing HMPS, sehingga kegiatan yang dilakukan benar-benar punya output yang terukur dan relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa,” ungkapnya, Selasa (28/04/2026) malam.
Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan jenis kegiatan mahasiswa. Program-program yang bersifat seremonial, seperti malam keakraban (makrab), dinilai perlu ditinjau ulang karena kurang menjawab tantangan zaman. Sebagai gantinya, mahasiswa didorong mengikuti kegiatan yang lebih kompetitif dan berdaya saing, termasuk ajang nasional maupun internasional.
Di sisi lain, transformasi juga diarahkan pada tata kelola kerja sama. Dr. Khoirul Faizin menegaskan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU semata, tetapi harus dilanjutkan dengan implementasi konkret melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang terukur dan terdokumentasi.
Dalam menghadapi persaingan ketat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas layanan, promosi yang lebih agresif, serta pembenahan fasilitas kampus agar mampu menarik minat calon mahasiswa.
Tak kalah penting, pembaruan data administrasi mahasiswa juga menjadi perhatian serius. Verifikasi yang akurat, terutama terkait beasiswa dan layanan akademik, dinilai krusial untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.
Melalui arahannya tersebut, Dr. Khoirul Faizin berharap seluruh pimpinan FTIK dapat menyelaraskan program kerja tahun 2026 dengan kebutuhan zaman. Tujuannya jelas: mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing kuat di tingkat nasional hingga internasional.
“Kerja sama itu harus memberikan dampak nyata. Selain itu, upaya internasionalisasi terus kami dorong. Saat ini sudah ada 13 mahasiswa asing dari tujuh negara. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi FTIK untuk meningkatkan kapasitasnya,” tandasnya.(*)






