Gresik, locusjatim.com – Tragedi laut kembali terjadi di perairan sekitar pelabuhan PLTU Gresik. Setelah dua hari operasi pencarian intensif, tim SAR gabungan menemukan satu korban kapal nelayan tenggelam dalam kondisi meninggal dunia. Namun, upaya belum usai—satu nama masih dalam pencarian.
Korban yang ditemukan adalah Halimi (32), salah satu anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan hilang. Ia ditemukan pada Senin (4/5) pagi, sekitar 1,3 mil laut dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengonfirmasi penemuan tersebut sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.
“Korban pertama dievakuasi menuju ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut dan tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap satu ABK yang menjadi korban terakhir,” jelasnya.
Insiden ini bermula dari tenggelamnya kapal nelayan bermuatan besi tua pada Sabtu (2/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal diduga kemasukan air setelah dilintasi kapal lain di sekitar lokasi, hingga akhirnya tenggelam.
Dalam peristiwa tersebut, satu nahkoda dan empat ABK menjadi korban. Dua orang, yakni Alim dan Yusuf, berhasil diselamatkan oleh kapal yang melintas tak lama setelah kejadian. Sementara satu korban lainnya, Sukir, ditemukan meninggal dunia pada hari yang sama oleh tim gabungan Ditpolairud Polda Jatim dan Satpolairud Polres Gresik.
Sebelumnya, dua korban dinyatakan hilang, yakni Ajib (55) dan Halimi (32). Dengan ditemukannya Halimi, kini tim SAR masih berpacu dengan waktu untuk menemukan Ajib yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Gresik, hingga relawan serta nelayan setempat. Penyisiran terus dilakukan dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian.
Di tengah keterbatasan cuaca dan kondisi laut, tim SAR tetap mengoptimalkan upaya pencarian. Harapannya, satu korban terakhir segera ditemukan agar seluruh proses evakuasi dapat dituntaskan dan memberi kepastian bagi keluarga yang menunggu.






