Berita

Banyuwangi Punya Cara Baru Nikmati Senja: Wisata, Kuliner, dan Seni Menyatu di AWT

701
×

Banyuwangi Punya Cara Baru Nikmati Senja: Wisata, Kuliner, dan Seni Menyatu di AWT

Sebarkan artikel ini
Banyuwangi Punya Cara Baru Nikmati Senja: Wisata, Kuliner, dan Seni Menyatu di AWT
Agrowisata Taman Suruh Banyuwangi. Foto: Isti.ewa

Banyuwangi, locusjatim.com Menikmati senja di Banyuwangi kini tak lagi sekadar soal panorama. Di Agrowisata Taman Suruh (AWT), pengalaman menikmati matahari terbenam disulap menjadi perpaduan wisata alam, kuliner, dan pertunjukan seni dalam satu ruang yang hidup dan interaktif.

Berlokasi di kaki Gunung Ijen dengan ketinggian sekitar 450 mdpl, AWT selama ini dikenal dengan udara sejuk dan lanskap indah berlatar pegunungan serta Selat Bali. Namun kini, suasana sore di kawasan tersebut hadir dengan warna baru melalui event rutin bertajuk “Senja di AWT”.

Program ini menghadirkan konsep wisata terpadu yang memungkinkan pengunjung menikmati keindahan alam sembari mencicipi ragam kuliner khas Banyuwangi dan menyaksikan atraksi seni budaya lokal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut inovasi ini sebagai upaya menghadirkan alternatif wisata yang lebih inklusif dan terjangkau bagi masyarakat.

“Untuk menambah daya tarik, kami gelar event tambahan di AWT. Tidak hanya menikmati keindahan AWT, namun juga bisa mengeksplor makanan khas Banyuwangi, serta menyaksikan atraksi seni dan budaya khas,” kata Ipuk, Senin (4/5/2026).

Beragam sajian tradisional seperti rujak soto, kesrut, gado-gado, hingga kue cucur gula merah menjadi daya tarik tersendiri. Menu-menu tersebut berpadu dengan kuliner kekinian yang menyasar selera generasi muda.

Tak hanya itu, lebih dari 50 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam event ini, membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem usaha lokal. Seniman daerah juga diberi ruang untuk tampil melalui pameran seni rupa, live sketch, hingga interaksi langsung dengan pengunjung.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman bagi keluarga, sekaligus mendukung pelaku seni dan UMKM agar terus berkembang. UMKM kami beri tambahan ruang lagi untuk berjualan,” lanjut Ipuk.

Suasana semakin semarak dengan hiburan musik akustik, pertunjukan seni tradisional, hingga atraksi bela diri yang digelar secara bergantian. Bagi pengunjung yang ingin bersantai, tersedia pula layanan terapi pijat di area wisata.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak pelaksanaan perdana pada 1 Mei 2026. Salah satunya Nova, wisatawan asal Bali, yang mengaku terkesan dengan konsep yang dihadirkan.

“Asyik banget. Bisa berburu makanan enak sambil menikmati view Selat Bali dari ketinggian. Udaranya juga segar. Cocok banget untuk menghilangkan penat,” ujarnya.

Ke depan, “Senja di AWT” akan digelar rutin setiap akhir pekan di awal bulan, mulai Jumat hingga Minggu pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Dengan konsep ini, Banyuwangi menawarkan cara baru menikmati senja—bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya rasa dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *