Berita

Lewat MEC, Wabup Sumenep Ajak Anak Muda Jadi Pelaku Pelestarian Budaya Madura

902
×

Lewat MEC, Wabup Sumenep Ajak Anak Muda Jadi Pelaku Pelestarian Budaya Madura

Sebarkan artikel ini

Sumenep,locusjatim.com– Pelestarian budaya Madura membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tradisi dan identitas daerah tidak sekadar menjadi catatan sejarah di tengah perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat menghadiri Madura Ethnic Carnival (MEC) di kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (19/09/2026).

Menurut Imam Hasyim, generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan kekayaan budaya Madura tetap dikenal dan diwariskan. Karena itu, mereka perlu diberikan ruang untuk terlibat langsung, termasuk melalui kegiatan yang menggabungkan nilai tradisional dengan kreativitas masa kini.

“Madura Ethnic Carnival ini adalah wadah pelestarian budaya, karena melalui kegiatannya ingin budaya Madura terus hidup, terkenal dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman,” kata Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim di sela-sela MEC, di Labang Mesem Keraton, Sabtu (19/09/2026).

Ia menilai budaya Madura memiliki kekayaan yang sangat beragam. Mulai dari pakaian adat, kesenian, tradisi hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang selama ini tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kreativitas dalam MEC menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih atraktif tanpa harus kehilangan nilai yang menjadi akar budaya tersebut.

Imam Hasyim juga memberikan apresiasi kepada para peserta, seniman, komunitas budaya serta masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai elemen, kata dia, menjadi bagian penting karena keberlangsungan budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau diwujudkan melalui kegiatan seremonial semata.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam menjaga dan mengembangkan budaya, dengan harapan warisan budaya kita tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang,” tandasnya.

Lebih jauh, pemerintah daerah melihat kegiatan seperti MEC tidak hanya memiliki fungsi pelestarian. Kreativitas yang ditampilkan juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan Sumenep dan budaya Madura kepada masyarakat dari luar daerah.

Kemasan pertunjukan yang atraktif dinilai dapat membuka perhatian terhadap potensi daerah, sekaligus memberi ruang bagi seniman, komunitas dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkarya.

Karena itu, Pemkab Sumenep mendorong pengembangan kegiatan seni dan budaya melalui kerja bersama antara pemerintah, komunitas, seniman dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu cara agar budaya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga budaya bersama-sama. Jadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan dan kekuatan untuk membangun daerah,” pungkas Wakil Bupati KH. Imam Hasyim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *