BeritaHeadline

Musim Pendakian Dimulai, Basarnas Jember Siapkan Tim Evakuasi Korban di Ketinggian

886
×

Musim Pendakian Dimulai, Basarnas Jember Siapkan Tim Evakuasi Korban di Ketinggian

Sebarkan artikel ini
Basarnas Pos SAR Jember memperkuat kemampuan potensi Search and Rescue (SAR) untuk menghadapi kondisi darurat di ketinggian.
Basarnas Pos SAR Jember memperkuat kemampuan potensi Search and Rescue (SAR) untuk menghadapi kondisi darurat di ketinggian. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Musim kemarau menjadi momentum meningkatnya aktivitas pendakian di kawasan pegunungan. Di balik ramainya wisatawan menikmati jalur pendakian, potensi kejadian darurat seperti pendaki hilang kontak hingga membutuhkan evakuasi di medan terjal juga ikut meningkat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Basarnas Pos SAR Jember memperkuat kemampuan potensi Search and Rescue (SAR) untuk menghadapi kondisi darurat di ketinggian.

Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan vertical rescue di Pos SAR Jember, Kamis (17/9/2026). Mereka dilatih menghadapi situasi penyelamatan korban yang membutuhkan teknik evakuasi menggunakan tali.

Komandan Pos Basarnas Jember, S. Jefriyanzah Putra Pratama, mengatakan latihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan potensi SAR yang selama ini turut terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan bersama Basarnas.

“Kemarin dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan kami, Basarnas Pos Jember, mengadakan latihan vertikal bersama potensi SAR,” ujar Jefri saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Jumat (18/9/2026).

Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB. Pesertanya berasal dari PMI Kabupaten Jember, PMI Kabupaten Bondowoso, serta sejumlah komunitas SAR asal Jember, termasuk Brandal Alas dan Siluman Rescue.

Bukan sekadar teori, peserta langsung digembleng dengan materi teknis penyelamatan vertikal. Mereka terlebih dahulu mendapatkan penyegaran mengenai anchoring, termasuk cara memilih sistem jangkar (anchor system) yang sesuai.

Peserta kemudian dilatih membuat sistem lowering dan lifting, yakni teknik untuk menurunkan maupun menaikkan personel atau korban menggunakan sistem tali.

Ujian praktik dilakukan di tower Pos SAR Jember dengan ketinggian sekitar 25 meter.

Satu per satu peserta mempraktikkan teknik rappelling menggunakan perangkat I’D dan Auto Stop. Latihan ini ditujukan untuk membiasakan potensi SAR menghadapi kondisi penyelamatan ketika korban berada di lokasi dengan akses sulit.

Jefri mengatakan kemampuan tersebut dibutuhkan saat menghadapi keadaan darurat di kawasan pegunungan, hutan maupun struktur tinggi.

Potensi SAR tidak hanya dituntut mampu melakukan evakuasi. Mereka juga harus dapat melakukan asesmen awal dan memberikan tindakan pertolongan sebelum tim SAR berikutnya tiba.

“Sehingga ada teknis dari teman-teman potensi untuk melakukan tindakan awal, asesmen awal untuk menenangkan korban, bahkan kita upayakan langsung dari teman-teman potensi yang melakukan evakuasi di ketinggian tersebut,” katanya.

Jefri menyebut penguatan kemampuan ini menjadi penting karena pada akhir musim kemarau aktivitas pendakian cenderung meningkat.

Menurutnya, kondisi tersebut juga beriringan dengan munculnya berbagai kejadian darurat di kawasan pegunungan, termasuk pendaki yang mengalami masalah hingga hilang kontak.

“Di akhir-akhir musim kemarau ini sedang lagi tren sekali musibah hilang kontak atau kejadian di pegunungan. Jadi, banyak sekali saat ini karena musim kemarau di mana puncaknya wisatawan itu mendaki,” ujarnya.

Karena itu, keberadaan potensi SAR yang memiliki kemampuan teknis menjadi bagian penting dalam penanganan kondisi darurat.

Dengan kemampuan yang telah diasah, potensi SAR diharapkan dapat bergerak melakukan tindakan awal secara cepat ketika menemukan korban di medan ketinggian, sembari menunggu tim berikutnya datang untuk melaksanakan evakuasi.

Pelatihan ini sekaligus memperkuat koordinasi antara Basarnas dengan berbagai unsur potensi SAR di wilayah Jember dan sekitarnya, sehingga respons terhadap keadaan darurat di kawasan pegunungan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *