Banyuwangi, locusjatim.com – Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mengembangkan instalasi biogas di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, dengan memanfaatkan kotoran sapi dan limbah pertanian.
Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) tersebut menyasar kelompok ternak yang selama ini menghadapi persoalan pengelolaan kotoran sapi dari kandang komunal milik warga setempat.
Kandang komunal tersebut menampung lebih dari 10 sapi. Limbah ternak yang belum dimanfaatkan berpotensi menimbulkan bau serta mengganggu kondisi lingkungan sekitar permukiman.
Tim pengabdian terdiri atas Karina Meidayanti, S.TP., M.Si., Hendra Andiananta Pradana, S.TP., M.Si., dan Nain Ufidiyati, S.Pt., M.Pt. Mereka melakukan survei serta koordinasi bersama kelompok ternak sebelum pembangunan instalasi.
Koordinasi dilakukan untuk mengetahui kondisi peternakan, ketersediaan bahan baku, serta menentukan lokasi yang sesuai untuk pembangunan instalasi digester biogas di Jambewangi.
Ketua Tim Pengabdian Karina Meidayanti mengatakan, pemanfaatan limbah ternak diharapkan memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menyediakan alternatif energi bagi masyarakat.
“Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok ternak dalam mengolah limbah menjadi sumber energi terbarukan, sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian energi di tingkat desa,” ujar dia, Senin (14/9/2026).
Setelah survei, tim mulai membangun instalasi digester melalui penggalian tanah, penyusunan bata, serta pemasangan sejumlah komponen pendukung sistem biogas.
Pembangunan melibatkan tenaga lapangan dan mahasiswa agar instalasi dapat terpasang dengan baik serta siap digunakan untuk proses fermentasi bahan baku secara anaerob.
“Bahan yang digunakan berasal dari kotoran sapi dan limbah pertanian yang tersedia di lingkungan Desa Jambewangi dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” sambungnya.
Selain menghasilkan energi untuk memasak, proses fermentasi juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi kebutuhan pertanian masyarakat.
Tim pengabdian selanjutnya akan melakukan pendampingan produksi, mengevaluasi hasil biogas, serta memberikan pelatihan manajerial kepada kelompok ternak agar instalasi berkelanjutan.
“Kegiatan tersebut diharapkan mendorong kelompok ternak mengelola limbah secara mandiri sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan dari aktivitas peternakan di Desa Jambewangi,” tutup Karina. (*)






