Sumenep,locusjatim.com – Penguatan pembangunan berbasis data menjadi salah satu pesan yang dibawa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026.
Melalui stan yang berada di GOR A. Yani Pangligur, Bappeda memperkenalkan sejumlah inovasi yang selama ini mendukung proses perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah.
Di antaranya aplikasi e-Stunting Kabupaten Sumenep, E-SAKIP, serta Peti Koin Bermantara. Berbagai inovasi tersebut ditampilkan bersama data indikator pembangunan agar masyarakat dapat melihat keterkaitan antara data, perencanaan, pelaksanaan program dan hasil pembangunan.
Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, pemanfaatan data menjadi bagian penting dalam menentukan intervensi pembangunan agar kebijakan yang dibuat pemerintah lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Data itu menjadi salah satu pijakan penting dalam menentukan kebijakan. Karena itu, kami ingin masyarakat juga melihat bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah memiliki dasar perencanaan dan ukuran yang jelas,” ujar Arif.
Salah satu yang diperkenalkan adalah e-Stunting. Aplikasi tersebut mendukung pengelolaan informasi terkait persoalan stunting sekaligus membantu pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi berdasarkan data yang tersedia.
Sementara E-SAKIP ditampilkan untuk memperkenalkan sistem yang berkaitan dengan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Adapun Peti Koin Bermantara diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat di berbagai sektor, mulai pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan hingga perindustrian serta perdagangan.
Bappeda juga menampilkan sejumlah indikator pembangunan seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Indeks Gini.
Indikator tersebut menjadi gambaran perkembangan daerah sekaligus bahan evaluasi dalam melihat sejauh mana kebijakan pembangunan memberikan dampak terhadap masyarakat.
“Kami tidak hanya menampilkan programnya, tetapi juga menunjukkan bagaimana pembangunan itu diukur dan dievaluasi. Harapannya, informasi ini membuat masyarakat lebih memahami proses pembangunan di Kabupaten Sumenep,” kata Arif.
Selain inovasi berbasis data, stan Bappeda juga memuat delapan program unggulan Kabupaten Sumenep 2025–2029 serta tahapan penyusunan RKPD. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk infografis sehingga lebih mudah dibaca oleh pengunjung.
Menariknya, seluruh materi perencanaan pembangunan itu dikemas dengan ornamen bernuansa Keraton Sumenep. Perpaduan tersebut menjadi cara Bappeda menyampaikan informasi pemerintahan tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.(*)






