Berita

BPRS Bhakti Sumekar Apresiasi Gerakan Tanam 1.500 Mangrove yang Digagas JMSI Sumenep

1271
×

BPRS Bhakti Sumekar Apresiasi Gerakan Tanam 1.500 Mangrove yang Digagas JMSI Sumenep

Sebarkan artikel ini
BPRS Bhakti Sumekar Apresiasi Gerakan Tanam 1.500 Mangrove yang Digagas JMSI Sumenep
Pemberial simbolis pohon mangrove. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Gerakan penghijauan pesisir melalui penanaman 1.500 pohon mangrove yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mendapat apresiasi dari BPRS Bhakti Sumekar.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Wisata Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto tersebut, dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian berbagai pihak terhadap kawasan pesisir.

BPRS Bhakti Sumekar menilai keterlibatan insan media dalam gerakan lingkungan memiliki nilai penting. Selain menjalankan fungsi jurnalistik, media juga dapat mengambil peran dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya.

Penanaman mangrove juga dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial. Keberadaan tanaman tersebut memiliki manfaat penting bagi ekosistem pesisir, mulai dari membantu menjaga garis pantai, menjadi habitat berbagai biota hingga mendukung keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Direktur Kepatuhan BPRS Bhakti Sumekar, RB. Moh. Saleh Hadi Pradipta, mengapresiasi inisiatif JMSI Sumenep yang mengajak berbagai elemen untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove yang digagas JMSI Sumenep. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga keberlangsungan alam untuk generasi yang akan datang,” ujarnya, Jumat (28/08/2026).

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun komunitas lingkungan.

Kolaborasi antara media, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah menjadi penting agar gerakan penghijauan dapat memberikan dampak yang lebih luas.

BPRS Bhakti Sumekar, lanjut Saleh, mendukung kegiatan-kegiatan yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Gerakan penanaman mangrove seperti yang dilakukan JMSI dinilai sejalan dengan semangat membangun kepedulian sekaligus menjaga potensi kawasan pesisir Sumenep.

“Kami tentu mendukung kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan penanaman 1.500 pohon mangrove ini bisa terus dirawat dan dikembangkan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Ketua JMSI Kabupaten Sumenep Supanji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan media terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi salah satu kekuatan Sumenep.

Menurut Supanji, media tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin JMSI tidak hanya hadir melalui pemberitaan, tetapi juga bisa ikut mengambil peran dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Penanaman mangrove ini menjadi langkah kecil yang kami harapkan bisa memberikan dampak besar untuk lingkungan pesisir Sumenep,” kata Supanji.

Ia berharap 1.500 mangrove yang telah ditanam bersama berbagai pihak dapat dirawat secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan gerakan tersebut tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi juga bagaimana tanaman yang sudah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Semoga kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan Sumenep,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *