Berita

Berawal Saling Salip di Jalan, Empat Pemuda di Patrang Jember Dikeroyok OTK

214
×

Berawal Saling Salip di Jalan, Empat Pemuda di Patrang Jember Dikeroyok OTK

Sebarkan artikel ini
Berawal Saling Salip di Jalan, Empat Pemuda di Patrang Jember Dikeroyok OTK
Korban saat di rawat di Puskesmas. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Aksi saling salip antarrombongan pengendara sepeda motor di kawasan Simpang Empat Patrang, Jember, Jawa Timur, berujung keributan. Empat pemuda mengalami luka setelah terlibat cekcok dengan kelompok pemuda lain di Jalan M. Seruji, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Keempat korban masing-masing berinisial RW (19), JN (19), MNS (17), dan PJS (17).

Kejadian bermula ketika para korban bersama sekitar delapan orang rekannya dari Kecamatan Arjasa melintas di kawasan Simpang Empat Patrang. Rombongan tersebut sebelumnya baru saja membeli nasi goreng dan hendak melanjutkan perjalanan menuju arah Jember kota.

Namun, perjalanan mereka kemudian terganggu setelah berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor.

Menurut keterangan yang diterima polisi, kelompok tersebut diduga melakukan aksi salipan sambil bermain jajar, menggeber sepeda motor dan bermanuver ke kanan maupun kiri hingga menghalangi perjalanan rombongan.

JN bersama PJS kemudian menghentikan kendaraan untuk menanyakan maksud aksi tersebut. Bukannya mendapat penjelasan, situasi justru memanas setelah salah seorang dari kelompok tersebut diduga menantang duel.

JN mengaku dirinya sempat ditarik bagian kerah baju dan dipukul. Saat berusaha mundur, ia juga menyebut kepalanya terkena lemparan batu.

“Awalnya kami cuma mau tanya maksud mereka. Setelah itu ada yang menantang duel, kemudian terjadi cekcok dan akhirnya kami dipukul,” ujar JN.

Keributan semakin besar setelah kelompok tersebut diduga kembali ke lokasi bersama sejumlah orang lainnya. Jumlah mereka disebut mencapai sekitar 20 orang.

Dalam situasi tersebut, empat pemuda dari rombongan Arjasa diduga menjadi sasaran kekerasan. Salah seorang korban disebut menghadapi serangan menggunakan celurit berukuran kecil. Sementara korban lainnya mengalami luka akibat terkena lemparan batu.

“Mereka kemudian kabur, melarikan diri ke arah kota mungkin ke Alun-alun Kota Jember,” kata JN.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Andry Yunni Prasetiyo membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Menurut Andry, petugas Polsek Patrang dan piket Reskrim Polres Jember menerima informasi kejadian sekitar pukul 01.30 WIB dan langsung melakukan penanganan.

“Benar, pada hari Minggu tanggal 30 Agustus 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, petugas kami dari Polsek Patrang maupun piket Reskrim Polres Jember mendapatkan informasi adanya dugaan penganiayaan di Jalan M. Seruji, Kelurahan Patrang,” kata Andry.

Usai kejadian, para korban mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Arjasa. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Jember.

Polisi juga melakukan pemeriksaan visum et repertum (VER) terhadap para korban untuk mendokumentasikan luka yang dialami.

Andry mengatakan, penyidik masih mendalami kejadian tersebut dengan meminta keterangan dari korban dan saksi-saksi. Polisi juga masih menelusuri identitas kelompok yang diduga terlibat.

“Untuk para terduga pelaku masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Polisi menyebut beberapa korban masih berstatus sebagai pelajar SMA dan SMK dari wilayah Kecamatan Pakusari dan Arjasa. Sementara salah seorang lainnya baru lulus SMA.

“Ada juga korban di antaranya yang baru lulus SMA. Kami juga masih mengumpulkan keterangan dari para korban dan saksi-saksi, serta menelusuri identitas pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut,” pungkas Andry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *