Berita

Said Abdullah Salurkan Dana Reses, Rumah Tak Layak Huni di Talango Mulai Dibenahi

812
×

Said Abdullah Salurkan Dana Reses, Rumah Tak Layak Huni di Talango Mulai Dibenahi

Sebarkan artikel ini

Sumenep, locusjatim.com Upaya memperbaiki kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep mulai dilakukan. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur, Said Abdullah, menyalurkan dana reses untuk membantu renovasi rumah warga kurang mampu di Kecamatan Talango.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Rabu (22/7/2026). Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori sangat miskin, miskin, dan hampir miskin agar memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni.

Said Abdullah mengatakan, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi selain pangan dan sandang. Namun, keterbatasan ekonomi masih menjadi penyebab banyak keluarga belum mampu memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

“Secara nasional, backlog perumahan masih sangat tinggi, mencapai 15 juta unit. Sementara itu, jumlah rumah tidak layak huni juga masih besar, yakni sekitar 43,3 juta rumah tangga,” ujar Said dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat rumah layak huni di Pulau Madura baru sekitar 71 persen. Artinya, sekitar 29 persen rumah warga masih masuk kategori tidak layak huni, atau berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang telah mencapai sekitar 80 persen.

Melihat kondisi tersebut, Said memanfaatkan dana reses DPR RI periode 2025–2026 untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Talango.

“Atas dasar itu, secara simbolik kami menyerahkan uang reses DPR RI periode 2025–2026 kepada saudara-saudara di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep,” katanya.

Program renovasi RTLH tersebut menjangkau 19 dusun di Kecamatan Talango, yakni Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

Penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang berada pada desil 1 hingga desil 3 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Said mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi rumah calon penerima bantuan. Pendampingan juga akan dilakukan hingga proses renovasi selesai agar bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, penyaluran dana reses tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus berkontribusi mengurangi angka rumah tidak layak huni di Madura.

“Penyampaian ini sekaligus sebagai bentuk pelaporan saya kepada publik dan bentuk pertanggungjawaban sebagai anggota DPR RI,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *