Advertorial

Festival Jejak Purba Bondowoso Dorong Pelestarian dan Promosi Ribuan Situs Megalitikum

1372
×

Festival Jejak Purba Bondowoso Dorong Pelestarian dan Promosi Ribuan Situs Megalitikum

Sebarkan artikel ini
Festival Jejak Purba Bondowoso Dorong Pelestarian dan Promosi Ribuan Situs Megalitikum
Pejabat Pemkab Bondowoso saat hadiri Festival Purba. Foto: Istimewa.

Bondowoso, locusjatim.com Kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Bondowoso kembali menjadi sorotan melalui gelaran Festival Jejak Purba.

Kegiatan yang digelar di Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso ini menjadi wadah edukasi sekaligus upaya memperkenalkan potensi megalitik Bondowoso kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Asisten II Pemkab Bondowoso, Nunung Setyaningsih yang mewakili Bupati Bondowoso menyampaikan, Bondowoso tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa melalui jejak peradaban masa lalu.

“Jejak peradaban masa lalu, mulai dari situs megalitik, tradisi leluhur, hingga kesenian rakyat merupakan identitas dan warisan berharga yang wajib kita jaga bersama,” ujarnya dikutip tim Locus Jatim, Jum’at 19 Juni 2026.

Menurutnya, warisan budaya bukan hanya peninggalan yang dikenang, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kekuatan untuk membangun masa depan. Melalui seni dan tradisi, masyarakat dapat memperkuat jati diri daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap daerahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada komunitas budaya, pelaku seni, pegiat budaya, hingga akademisi yang selama ini konsisten menjaga warisan leluhur Bondowoso.

“Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan media agar kekayaan budaya Bondowoso tetap lestari dan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan menjelaskan, Festival Jejak Purba digelar sebagai bagian dari upaya edukasi dan promosi kekayaan megalitik Bondowoso.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari penampilan kesenian lokal Bondowoso, seminar, hingga perjalanan edukasi mengenal situs-situs megalitik yang berada di sekitar Museum Terbuka.

“Ini lebih kepada mengedukasi sebenarnya. Dalam acara ini kita menampilkan kesenian lokal Bondowoso selama dua hari, ada juga trip untuk mengenalkan Megalit di sekitar museum terbuka ini, serta seminar yang melibatkan adik-adik tingkat SMA dan SMK untuk berdiskusi bagaimana perkembangan Megalit di Bondowoso,” kata Gede.

Ia menegaskan, Bondowoso memiliki kekayaan megalitik yang luar biasa. Berdasarkan data yang tercatat, terdapat sebanyak 1.423 benda cagar budaya megalitik di Bondowoso.

“Kalau dikatakan terbanyak, bisa dikatakan paling banyak di kita, itu yang terdata di kami,” ungkapnya.

Untuk menjaga keberadaan situs-situs tersebut, Pemkab Bondowoso bersama berbagai pihak melakukan pemeliharaan melalui juru pelihara dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Trowulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Pemkab Bondowoso.

Namun, menurut Gede, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjadikan megalitik Bondowoso sebagai ikon daerah.

“Memang itu tantangan kita, PR kita sebenarnya. Kita punya banyak, tapi bagaimana ini bisa menjadi ikon. Makanya kita terus giat mempromosikan, salah satunya melalui festival seperti ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, promosi megalitik Bondowoso akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah menjadikan Museum Terbuka sebagai pusat edukasi bagi pelajar.

“Kita memprioritaskan bagaimana mengedukasi dulu. Anak didik kita harus mengenal dulu warisan budayanya,” jelasnya.

Pemanfaatan Museum Terbuka juga didorong melalui kerja sama dengan tiga simpul pendidikan, yakni Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Kementerian Agama agar sekolah-sekolah dapat memanfaatkan lokasi tersebut sebagai ruang belajar sejarah.

Gede menambahkan, konsep Museum Terbuka menjadi keunggulan tersendiri karena koleksi budaya tidak hanya berada dalam satu kawasan, tetapi tersebar di tengah masyarakat.

“Kalau museum biasanya koleksi ada di dalam pagar, tapi museum terbuka itu koleksinya ada di sekitar kita, bahkan ada di tempat masyarakat. Itu yang menjadi kelebihan kita,” pungkasnya.

Melalui Festival Jejak Purba, Pemkab Bondowoso berharap generasi muda semakin mengenal sejarah daerahnya sekaligus mampu mendorong pelestarian megalitik agar menjadi potensi wisata edukasi dan kebanggaan masyarakat Bondowoso. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *