Berita

DJKA Uji Fungsi Jembatan KA BH 275 Temuguruh untuk Tingkatkan Keselamatan Perjalanan

0
×

DJKA Uji Fungsi Jembatan KA BH 275 Temuguruh untuk Tingkatkan Keselamatan Perjalanan

Sebarkan artikel ini
DJKA Uji Fungsi Jembatan KA BH 275 Temuguruh untuk Tingkatkan Keselamatan Perjalanan

Banyuwangi, locusjatim.com Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan uji fungsi Jembatan Kereta Api BH 275 di petak Temuguruh–Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (20/05/2026).

Pengujian dilakukan untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur jembatan baru yang dibangun menggantikan jembatan peninggalan Staatsspoorwegen (SS) berusia lebih dari 100 tahun.

Uji fungsi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengujian berkala yang dilaksanakan DJKA melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian. Pengujian menggunakan dua lokomotif CC300 milik Balai Perawatan Perkeretaapian buatan PT INKA sebagai beban utama.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya, Lurianto Lukito, mengatakan pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kelendutan dan kekuatan struktur jembatan secara maksimal.

“Pengujian ini dilakukan dengan pembebanan menggunakan dua lokomotif CC300 dengan total berat lebih dari 180 ton. Beban gandar tersebut digunakan untuk mengukur kekuatan struktur jembatan,” ujarnya kepada wartawan usai pelaksanaan uji fungsi.

Menurut Lurianto, lokomotif CC300 dipilih karena memiliki karakteristik hidrolis yang dinilai efektif untuk kebutuhan pengujian pembebanan jembatan kereta api.

Ia menegaskan, uji fungsi menjadi tahapan penting setelah pembangunan ulang Jembatan BH 275 yang rampung pada 2025 lalu. Terlebih, struktur jembatan baru menggunakan rangka baja yang berbeda dari konstruksi sebelumnya.

“Kami memastikan uji fungsi ini menjadi bagian yang sangat penting untuk melihat ketahanan struktur baru agar tetap andal dan aman digunakan hingga puluhan tahun ke depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan infrastruktur perkeretaapian.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dengan adanya uji fungsi ini, diharapkan masyarakat semakin merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi kereta api,” ujarnya.

Denny menjelaskan, jembatan baru BH 275 dibangun dengan dimensi yang lebih besar dan struktur yang lebih kuat dibandingkan jembatan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat arus sungai deras yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.

“Struktur baru ini dirancang lebih kokoh sehingga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan operasional perjalanan kereta api,” katanya.

Sebelum uji fungsi dilakukan, Jembatan BH 275 juga telah melewati sejumlah tahapan pengujian lain, mulai dari pengujian rancang bangun hingga uji fisik konstruksi.

“Pengujian ini memang secara bertahap.Kalau uji fisiknya sudah dilakukan di tahun 2025 kemarin. Jadi begitu selesai kami ada uji rancang bangun dokumen, langsung kami lakukan dan itu sudah Alhamdulillah lolos,” ungkapnya.

“Uji fisik jembatan itu di luar pembangunan juga sudah lolos. Jadi memang tinggal ini uji fungsi. Kalau yang uji fungsi ini belum ada hasil, belum keluar hasilnya, mudah-mudahan lolos juga,” sambungnya.

DJKA memastikan pemantauan berkala terhadap kondisi jembatan akan terus dilakukan sebelum aset tersebut diserahterimakan kepada operator, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *