Sumenep, locusjatim.com — Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim mengingatkan ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Sumenep agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan manasik dan pelepasan simbolis jemaah haji di Gedung KORPRI Sumenep, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, ibadah haji memerlukan kesiapan fisik yang matang karena rangkaian aktivitas yang dijalani cukup padat dan menguras tenaga.
“Ibadah haji memiliki rangkaian kegiatan yang padat dan membutuhkan kondisi fisik kuat, sehingga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama dari segi kesehatan,” kata Wabup Imam.
Ia menegaskan, menjaga kesehatan menjadi bagian penting agar seluruh tahapan ibadah dapat dijalankan dengan lancar dan khusyuk selama berada di Arab Saudi.
“Jemaah haji dengan kondisi tubuh yang baik, tentu saja bisa menjalankan seluruh tahapan ibadah dengan lancar dan khusyuk,” ujarnya.
Selain menjaga stamina, para jemaah juga diminta mulai menerapkan pola hidup sehat sejak sebelum keberangkatan. Mulai dari menjaga asupan makanan bergizi, memperbanyak konsumsi air putih, berolahraga ringan hingga menjaga waktu istirahat.
Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi juga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Karena itu, jemaah diminta disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
“Kami mengingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh, karena perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi, sehingga tidak mengabaikan anjuran dari petugas kesehatan di Tanah Suci,” jelasnya.
Wabup juga meminta jemaah segera melapor kepada petugas apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan agar bisa segera mendapatkan penanganan.
“Jika merasa kelelahan atau kurang sehat, jangan dipaksakan. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Keselamatan dan kesehatan jemaah adalah yang utama,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalankan ibadah. Sikap sabar dan saling membantu antarsesama jemaah dinilai menjadi kunci menciptakan suasana yang nyaman selama di Tanah Suci.
“Kami mengharapkan, seluruh jemaah haji Kabupaten Sumenep bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, sekaligus saling menjaga dan membantu satu sama lain, demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama menjalankan ibadah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sumenep, Kamiluddin, menyebut jumlah jemaah haji asal Kabupaten Sumenep tahun 2026 mencapai 1.356 orang. Rinciannya terdiri dari 651 laki-laki dan 705 perempuan.
Jumlah tersebut meliputi 1.348 jemaah haji, enam Petugas Haji Daerah (PHD), serta dua pembimbing ibadah haji dari KBIHU Embarkasi Surabaya.
“Mereka tergabung dalam kloter 68 sebanyak 2 orang, kloter 71 sebanyak 2 orang, kloter 72 sebanyak 2 orang, kloter 76 sebanyak 2 orang, kloter 77 sebanyak 375 orang, kloter 78 sebanyak 376 orang, kloter 79 sebanyak 376 orang, kloter 81 sebanyak 221 orang,” pungkasnya.
Rombongan jemaah dijadwalkan berangkat dari GOR A. Yani Pangligur menuju Surabaya pada Senin (11/06/2026) pukul 03.00 WIB menggunakan armada bus sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.






