Berita

Kisah Haru di Sampang, 18 Tahun Menunggu Akhirnya Sambut Buah Hati Pertama

0
×

Kisah Haru di Sampang, 18 Tahun Menunggu Akhirnya Sambut Buah Hati Pertama

Sebarkan artikel ini

Sampang,locusjatim.com Kisah penuh haru datang dari pasangan suami istri, Chotibul Umam (27) dan Asriyeh (38), warga Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang. Setelah 18 tahun menjalani rumah tangga tanpa kehadiran anak, keduanya akhirnya merasakan kebahagiaan yang selama ini dinantikan.

Sejak menikah pada 2007, pasangan ini tak pernah berhenti berikhtiar dan memanjatkan doa agar dikaruniai buah hati. Penantian panjang itu pun berakhir manis ketika bayi perempuan mereka lahir dengan selamat pada Selasa (05/05/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di RS Sukma Wijaya.

Tangis haru pun pecah menyambut kelahiran sang buah hati yang selama ini hanya menjadi harapan. Kehadiran bayi tersebut menjadi kebahagiaan tak hanya bagi kedua orang tuanya, tetapi juga keluarga besar yang setia menanti.

Bayi yang dijuluki sebagai “bayi emas” itu bahkan mendapat perhatian khusus dari Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi. Ia memberikan nama **Aisha Safiyyah Putri Umam**, yang langsung disetujui oleh kedua orang tuanya.

Nama tersebut mengandung doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang suci, berakhlak mulia, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan.

Chotibul Umam yang juga dikenal sebagai Kabiro Sampang media Berita Infrastruktur sekaligus Pimpinan Redaksi Liputan Madura, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas anugerah tersebut.

“Alhamdulillah, ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata setelah 18 tahun menunggu. Kami sangat bersyukur atas karunia ini,” ujarnya.

Ia mengaku momen ini menjadi titik paling membahagiakan dalam hidupnya, terlebih setelah perjuangan panjang yang penuh kesabaran.

Sementara itu, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi keluarga tersebut.

“Saya mengucapkan selamat atas kelahiran putri pertama Bapak H. Umam. Semoga Aisha Safiyyah Putri Umam menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada orang tua, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *