Berita

Hidup Sebatangkara di Sampang, Nenek Saedeh Bertahan dari Jual Daun Pisang

587
×

Hidup Sebatangkara di Sampang, Nenek Saedeh Bertahan dari Jual Daun Pisang

Sebarkan artikel ini
Hidup Sebatangkara di Sampang, Nenek Saedeh Bertahan dari Jual Daun Pisang
Cak Jum, Ketua Aliansi Wartawan Sampang saat beri bantuan. Foto: Istimewa

Sampang,locusjatim.com Di usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Nenek Saedeh (76) justru harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup. Warga Dusun Srapong, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang ini menjalani hari-harinya dalam keterbatasan, tanpa keluarga yang mendampingi.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Saedeh mengandalkan hasil menjual daun pisang ke pasar. Tak jarang, ia juga mengumpulkan barang bekas atau rongsokan demi menambah penghasilan. Namun, penghasilan yang tidak menentu membuatnya kerap bergantung pada bantuan tetangga sekitar.

Kondisi tempat tinggalnya pun jauh dari kata layak. Rumah sederhana yang ditempati tampak rapuh, sementara fasilitas dasar seperti MCK hanya dibuat seadanya menggunakan kain bekas tanpa atap, memperlihatkan kerasnya realitas yang harus ia hadapi setiap hari.

Kisah pilu ini sampai ke telinga Cak Jum, Ketua Aliansi Wartawan Sampang (AWAS) yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial melalui “Sahabat Rakyat”. Mendapat informasi dari rekannya, ia langsung turun ke lokasi pada Minggu (19/04/2026) sore untuk memastikan kondisi Saedeh.

“Bahwa benar nenek Saedeh Lansia hidup Sebatangkara dan kondisi tempat tinggalnya di nilai kurang layak, untuk kebutuhan hidup sehari-hari ibu Saedeh ini menjual daun pisang dan mencari barang bekas (Rongsokan) serta mengharapkan uluran tangan dari tetangga, mirisnya lagi kehidupan tempat tinggalnya di nilai kurang layak seperti kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hanya seadanya berdinding kain bekas yang tidak dipakai sebagai dinding tanpa atap, sangat jauh dari kata layak dan layak untuk di bantu,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Cak Jum memberikan bantuan berupa sembako untuk membantu meringankan beban hidup Saedeh, meski ia menyadari bantuan tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan jangka panjang.

Ia juga mengajak masyarakat luas, termasuk para dermawan dan pemerintah, untuk lebih peka terhadap kondisi warga kurang mampu, terutama lansia yang hidup sebatang kara.

“ Kami mengajak Kepada teman, sahabat dan para darmawan maupun pemerintah Mari kita ikut serta peduli warga kurang mampu mana kala ada rezeki walaupun sedikit yang penting ada untuk berbagi,” jelasnya.

Sementara itu, Saedeh menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Di tengah keterbatasan yang ia alami, ia berharap ada perhatian lebih lanjut, terutama untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya.

“Terima kasih kepada Cak Jum Sahabat Rakyat atas kepeduliannya. Semoga barokah dan berharap ada bantuan untuk tempat tinggalnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *