Sumenep,locusjatim.com— Program Beasiswa Pelita yang digagas SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) menjadi jalan bagi anak-anak kepulauan untuk mengakses pendidikan tinggi. Salah satu kisah datang dari Bagus R, pemuda asal Pulau Saredeng, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, yang kini berhasil menempuh pendidikan di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.
Berasal dari keluarga nelayan dengan kondisi ekonomi sederhana, Bagus tumbuh di lingkungan dengan berbagai keterbatasan, termasuk akses pendidikan yang tak semudah di wilayah daratan. Namun keterbatasan itu tidak memadamkan keinginannya untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kesempatan besar datang saat SKK Migas–KEI membuka program Beasiswa Pelita bagi generasi muda di wilayah operasional perusahaan. Program itu, dirancang untuk mendukung pendidikan sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul dari daerah kepulauan.
Bagi Bagus, program tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan pendidikannya. Ia mengikuti seluruh proses seleksi dengan penuh kesungguhan, termasuk menulis esai tentang mimpi dan gagasannya untuk masa depan.
Usahanya membuahkan hasil. Bagus dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa dan kini tercatat sebagai mahasiswa semester VI Program Studi Teknik Informatika UNIBA Madura.
“Alhamdulillah saya diberikan kesempatakan menerima Beasiswa ini. Saya ingin membuktikan bahwa anak nelayan dari pulau kecil juga punya kesempatan yang sama untuk meraih mimpi besar. Beasiswa ini bukan hanya bantuan, tapi juga harapan untuk masa depan saya,” ungkap Bagus R. Minggu (31/05/2026) kemarin.
Bagus menilai beasiswa tersebut tak hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga memberinya semangat untuk terus berkembang dan bertahan di tengah tantangan menempuh pendidikan tinggi. Dukungan itu juga memotivasinya untuk aktif di berbagai kegiatan organisasi selama kuliah.
Ia mengaku pengalaman berorganisasi membawanya mengenal banyak orang, memperluas wawasan, sekaligus membuka peluang untuk kelak bisa memberi dampak nyata bagi daerah asalnya di Kepulauan Sapeken.
“Tanpa bantuan ini, mungkin perjalanan saya tidak akan sejauh ini. Saya sangat bersyukur dan berkomitmen untuk belajar lebih giat agar bisa memberikan kontribusi bagi daerah asal saya,” tukasnya.(*)






