Berita

Gubernur Jatim Tegaskan Sudah Jalankan Modifikasi Cuaca Sejak Awal September

919
×

Gubernur Jatim Tegaskan Sudah Jalankan Modifikasi Cuaca Sejak Awal September

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Gubernur Jawa Timur di Sumenep
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: locusjatim.com

Sumenep,locusjatim.com– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menjalankan operasi modifikasi cuaca sejak 6 September 2026 untuk membantu mengatasi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama ketika terdapat potensi pertumbuhan awan yang memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

“Kalau ada BMKG bilang ini ada titik-titik awan, nah sudah kita akan mengikuti dengan operasi modifikasi cuaca. Sudah turun sebetulnya hujan ringan sampai dengan sedang,” kata Khofifah saat kunjungan kerja di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026).

Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah, pemerintah provinsi masih melakukan berbagai upaya untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi, terutama di daerah yang mengalami kekeringan.

Khofifah menyebut, sebanyak 25 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori krisis air dan telah mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan operasi modifikasi cuaca, tetapi juga berupaya mencari sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menurut Khofifah, penelusuran dilakukan untuk menemukan sumber air terdekat yang memungkinkan dialirkan ke wilayah terdampak. Jarak sumber air yang dipertimbangkan bervariasi, mulai dari 11 kilometer, 16 kilometer, hingga 17 kilometer.

Ia mencontohkan upaya pencarian sumber air dari kawasan Arjuna menuju Singosari. Selain mengupayakan pemanfaatan sumber air yang tersedia, pemerintah juga mengkaji lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor.

“Nah, titik strategis mana yang airnya bisa ditarik. Untuk sumur, mana yang memungkinkan untuk dilakukan sumur bor. Jadi sinergi kita semuanya, kemudian kita dropping air bersih,” ujarnya.

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat selama sumber air belum mencukupi. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Di tengah upaya teknis tersebut, Khofifah turut mengajak masyarakat untuk memohon turunnya hujan melalui salat istiska. Ia berharap ikhtiar pemerintah berjalan beriringan dengan doa agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kita juga meminta salat istiska ya, kawan-kawan,” tuturnya.

Khofifah menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan kerja bersama, baik melalui langkah teknis maupun dukungan masyarakat.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim terus mengupayakan penanganan krisis air melalui modifikasi cuaca, pencarian sumber air, pembangunan sumur bor di lokasi yang memungkinkan, serta distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

“Tentu kita mohon kepada Allah dari salat istiska dan operasi modifikasi cuaca, harapan kita Allah menurunkan segera hujan yang memberi rahmat dan manfaat,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *