Berita

Warga Curiga Tak Ada Suara Pekerjaan, Tukang Listrik di Jember Ditemukan Meninggal di Atap

342
×

Warga Curiga Tak Ada Suara Pekerjaan, Tukang Listrik di Jember Ditemukan Meninggal di Atap

Sebarkan artikel ini
Korban tersengat listrik di Sumenep
Korban tersengat listrik di Jember. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com – Suasana yang mendadak senyap di sebuah rumah di Perumahan Bumi Puri Nirwana, Blok E-21, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, memicu kekhawatiran warga pada Rabu (14/10/2026).

Setelah dilakukan pengecekan, Sugik (43), tukang listrik yang sedang memperbaiki instalasi rumah tersebut, ditemukan meninggal dunia di antara rangka atap.

Kecurigaan warga muncul menjelang tengah hari. Aktivitas pekerjaan yang biasanya terdengar dari rumah itu tiba-tiba tidak terdengar lagi. Sejumlah warga berusaha memanggil korban, tetapi tidak mendapat jawaban.

Ketua RW 22, Sudiantoro, mengatakan Sugik telah bekerja memperbaiki rumah tersebut selama beberapa minggu. Biasanya, korban mengerjakan perbaikan bersama seorang rekan. Namun, pada hari kejadian, ia bekerja sendirian karena rekannya tidak masuk.

“Biasanya pekerjaan itu terdengar ramai, tetapi saat itu tidak ada suara. Ketika dipanggil juga tidak ada jawaban, sehingga warga khawatir terjadi sesuatu,” ujar Sudiantoro saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Warga kemudian menghubungi pemilik rumah yang saat itu sedang bekerja di luar. Setelah tiba di lokasi, pemilik memeriksa bagian dalam bangunan dan mendapati plafon sudah jebol. Korban kemudian terlihat berada di antara rangka atap dengan tangan memegang kabel listrik.

Warga selanjutnya meminta bantuan pengurus lingkungan dan menghubungi petugas. Laporan tersebut ditindaklanjuti anggota Polsek Sumbersari sekitar pukul 13.18 WIB.

Danru B Mako Pemkab Jember, Dwi Atmoko, mengatakan posisi korban membuat proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus. Petugas pemadam kebakaran harus membuka genteng dan memotong rangka galvalum agar dapat menjangkau korban.

Sebelum evakuasi dilakukan, aliran listrik telah diputus oleh petugas PLN. Meski demikian, petugas tetap menggunakan sarung saat mengangkat korban sebagai langkah antisipasi.

“Korban saat itu sudah tidak sadarkan diri. Kami mengevakuasi melalui atap karena posisinya tidak memungkinkan untuk langsung diturunkan,” kata Dwi.

Pemeriksaan awal menemukan luka bakar pada telapak tangan kiri korban. Petugas medis Puskesmas Sumbersari memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Sugik diketahui merupakan warga Jalan Bengawan Solo II, Lingkungan Tegalboto Kidul, Kecamatan Sumbersari, Jember. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah setelah keluarga tiba di lokasi.

Menurut Sudiantoro, keluarga meminta jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan tidak berkenan dilakukan autopsi.

“Keluarga korban meminta untuk tidak dilakukan autopsi, dan mengikhlaskan kematian korban sebagai kecelakaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *