Sumenep, locusjatim.com – Kabar duka datang dari Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Seorang pria berinisial MR (37) ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Rabu (7/10/2026) malam.
Yang menjadi perhatian keluarga, korban sehari sebelumnya masih sempat menemui orang tuanya. Dalam pertemuan tersebut, MR mengaku mengalami keluhan pada bagian belakang kepalanya dan meminta obat serta roti.
Keesokan harinya, keluarga justru dibuat cemas setelah rumah korban terlihat dalam keadaan gelap dan tidak ada respons ketika pintunya diketuk.
Ayah korban, Suharto, awalnya pulang dari kegiatan tahlilan sekitar pukul 19.00 WIB. Saat melewati rumah anaknya di Jalan HP Kusuma, RT 003/RW 002, ia mendapati kondisi rumah tidak seperti biasanya.
Suharto kemudian mencoba memanggil dan mengetuk pintu rumah. Namun, tidak ada jawaban. Setelah upaya tersebut belum membuahkan hasil, ia kembali mendatangi rumah sekitar pukul 20.30 WIB dengan mengajak keponakan serta Ketua RT setempat.
Upaya untuk memastikan keberadaan korban akhirnya dilakukan melalui jendela rumah. Dari situ, Ketua RT melihat MR telah dalam kondisi meninggal dunia.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Sumenep Kota. Petugas bersama personel Polresta Sumenep mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan pemeriksaan awal.
Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah orang yang mengetahui peristiwa tersebut, termasuk keluarga korban.
Kapolsek Sumenep Kota AKP Agus Rusdiyanto mengatakan, keluarga telah menyampaikan bahwa peristiwa tersebut diterima sebagai musibah. Pihak keluarga juga tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi luar terhadap jenazah.
“Petugas telah mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan awal, meminta keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian. Dari pihak keluarga menyampaikan bahwa korban meninggal dunia dan keluarga telah mengikhlaskan serta tidak menghendaki dilakukan visum atau autopsi luar,” ujarnya.
Meski demikian, polisi tidak serta-merta menghentikan penanganan perkara. Pemeriksaan tetap dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan kematian korban tidak berkaitan dengan tindak pidana.
Dalam penanganan kejadian ini, polisi melibatkan sejumlah personel, termasuk Tim Inafis Polresta Sumenep, piket Reskrim Polresta Sumenep, Pamapta, serta jajaran Polsek Sumenep Kota.
Hingga proses pemeriksaan awal dilakukan, kepolisian masih memastikan seluruh rangkaian kejadian berdasarkan keterangan keluarga dan saksi di lokasi.






