Jember, locusjatim.com – Anak-anak hingga mahasiswa di lingkungan RW 02 Sumber Ketangi, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, berkumpul bersama warga untuk mengikuti nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI, Rabu malam (30/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemuda-Pemudi RW 02 tersebut tidak hanya menjadi agenda nonton bersama. Pertemuan lintas generasi itu juga dimanfaatkan sebagai ruang belajar sejarah di tengah lingkungan masyarakat.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai jenjang usia dan pendidikan. Mulai dari anak-anak sekolah dasar, pelajar, mahasiswa hingga warga dewasa mengikuti pemutaran film secara bersama-sama.
Wakil Ketua Pemuda-Pemudi RW 02, Raihan Cahyo Khairul Gofar, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut.
Menurutnya, generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia.
“Ini penting dalam alur sejarah Indonesia. Yang kedua juga untuk memberi tahu generasi-generasi yang baru bahwa di Indonesia pernah terjadi sejarah seperti ini,” kata Raihan.
Konsep belajar melalui kegiatan bersama tersebut, lanjut Raihan, sekaligus membuat anak-anak dan generasi muda dapat berinteraksi dengan warga dari berbagai kelompok usia.
“Jadi kita kumpul bareng, nonton bareng dan belajar bareng juga. Jadi itu sudah pasti untuk persatuannya,” tuturnya.
Menurut Raihan, pembelajaran sejarah tidak harus selalu berlangsung di sekolah atau ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga dapat menjadi tempat bagi generasi muda untuk mengenal sejarah sekaligus membangun hubungan sosial dengan warga sekitar.
Selain memberikan pemahaman sejarah, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat silaturahmi dan kerukunan antarwarga. Pemuda-Pemudi RW 02 berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Diusahakan dilakukan setiap tahun, soalnya untuk menjalin kerukunan antarsemuanya dan silaturahmi,” ujarnya.
Raihan juga berharap sejarah tetap dikenalkan kepada generasi berikutnya sebagai bahan pembelajaran.
“Semoga sejarahnya tetap terjaga. Bukan untuk diulang, tapi untuk diingat dan dipelajari terkait sejarahnya,” katanya.
Sementara itu, Seksi Keagamaan Pemuda-Pemudi RW 02 sekaligus perwakilan warga, Azkin Najwa Hudzaifa, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat dari sisi pendidikan maupun hubungan sosial.
Kehadiran peserta dari berbagai usia membuat kegiatan tidak hanya menjadi tontonan bersama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul dan berinteraksi.
“Menurut saya ini kegiatan yang sangat positif, karena bisa jadi pembelajaran buat kita. Juga untuk menambah kesosialan kita,” ujar Azkin.
Ia menilai sejarah dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memahami berbagai peristiwa yang pernah terjadi dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Positif yaitu yang pertama sebagai pendidikan sejarah. Terus yang kedua mengenang pahlawan. Kemudian juga pengingat tentang kewaspadaan nasional seperti perpecahan, perselisihan, tentang masa yang kelam,” katanya.
Penyelenggara menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. Tempat dan perangkat penayangan disiapkan agar warga dapat mengikuti pemutaran film secara bersama-sama.
Film Pengkhianatan G30S/PKI sendiri selama ini menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai representasi sejarah peristiwa 1965. Dalam kegiatan di RW 02 Sumber Ketangi, pemutaran film ditempatkan sebagai salah satu media untuk mengenalkan sejarah sekaligus mempertemukan warga lintas generasi.
Bagi Pemuda-Pemudi RW 02, keterlibatan anak-anak, pelajar dan mahasiswa menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Mereka berharap agenda nonton bareng dapat kembali digelar setiap tahun, sehingga ruang belajar sejarah sekaligus silaturahmi warga tetap terjaga.






