BeritaHeadline

Protes Penataan Pasar Tanjung Jember Memanas, Pedagang Lempar Sayuran Busuk ke Pemkab

915
×

Protes Penataan Pasar Tanjung Jember Memanas, Pedagang Lempar Sayuran Busuk ke Pemkab

Sebarkan artikel ini
Protes Penataan Pasar Tanjung Jember Memanas, Pedagang Lempar Sayuran Busuk ke Pemkab
Aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Foto: Rio Satrio

Jember, locusjatim.com – Protes penataan Pasar Tanjung Jember memanas. Ratusan pedagang yang menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Rabu (30/9/2026), melampiaskan kekecewaan dengan melempar tomat, pare busuk hingga jambu air ke area kantor pemerintahan.

Aksi tersebut membuat halaman dan area depan lobi Kantor Pemkab Jember dipenuhi sisa sayuran dan buah. Bau tidak sedap juga tercium di sekitar lokasi.

Pelemparan terjadi ketika massa yang tergabung dalam Yayasan Laskar Jahanam (Jalinan Hati Anak Manusia) bersama Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung merasa belum segera ditemui Bupati Jember Muhammad Fawait maupun pejabat terkait.

Ratusan pedagang sebelumnya datang sekitar pukul 09.30 WIB dengan tiga mobil komando yang dilengkapi sound horeg. Mereka juga membawa sejumlah kendaraan truk dan pick up.

Massa mempersoalkan penataan Pasar Tanjung, terutama kebijakan yang berdampak terhadap pedagang di kawasan Jalan Samanhudi dan Jalan Untung Suropati.

Korlap aksi Muhammad Suhadi mengatakan pelemparan sayuran dan buah busuk merupakan bentuk kekecewaan pedagang terhadap kebijakan yang mereka nilai belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan seluruh kelompok.

“Itu pelemparan buah tomat yang dilakukan itu merasa bentuk dari kejengkelan para pedagang yang mana dengan kebijakan yang sepihak sehingga merasa rugi barang-barang itu sehingga dilempar,” kata Suhadi.

Menurut Suhadi, sebagian hasil bumi yang dibawa pedagang tidak terserap setelah terjadi perubahan aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Tanjung.

Barang dagangan yang tidak terjual kemudian menjadi busuk.

Hasil bumi tersebut akhirnya dibawa ke lokasi aksi dan dilemparkan ke area Pemkab Jember sebagai simbol kekecewaan pedagang.

Suhadi menyebut salah satu persoalan yang dirasakan pedagang berkaitan dengan perubahan pengaturan aktivitas perdagangan, khususnya pedagang pickup dan bajongan di Jalan Samanhudi dan Jalan Untung Suropati.

Pedagang juga mempersoalkan rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi yang mulai diuji coba sejak Senin (28/9/2026).

Mereka meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kebijakan tersebut sebelum penertiban dilakukan lebih lanjut.

Meski aksi berlangsung panas, massa menegaskan tidak menolak penataan Pasar Tanjung.

Mereka meminta pemerintah melakukan penataan dengan melibatkan seluruh pihak yang terdampak.

“Kenapa kami sampai meminta tuntutan karena ada pihak-pihak yang dianggap dari teman Wahidin, Untung Suropati sama Jalan Samanhudi, di saat koordinasi dengan Bapak Bupati tidak diajak mediasi. Dari situ kami merasa diintimidasi dengan kepentingan sepihak,” ujar Suhadi.

Massa membawa tujuh tuntutan dalam aksi tersebut. Di antaranya meminta pemerintah bertanggung jawab terhadap seluruh aspek kepentingan Pasar Tanjung dan lingkungan sekitar, menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, menghentikan diskriminasi terhadap pedagang serta menghentikan monopoli kepentingan.

Mereka juga meminta penertiban dilakukan dengan solusi, pemberantasan pungutan liar, serta pembentukan tata kelola Pasar Tanjung yang konkret, adil, aman dan nyaman.

Setelah aksi sempat memanas, massa kemudian diarahkan mengikuti dialog bersama unsur pimpinan DPRD Jember dan sejumlah pejabat Pemkab Jember.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengakui adanya persoalan komunikasi dalam proses audiensi sebelumnya.

“Kami menyadari telah terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan audiensi di Pendopo Kabupaten Jember, dimana terdapat beberapa pedagang yang belum menerima undangan untuk mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Halim.

DPRD Jember kemudian meminta agar perwakilan pedagang pickup dan bajongan dilibatkan dalam Tim Satgas Cinta Pasar Tanjung.

Laskar Jahanam serta perwakilan pedagang pickup dan bajongan juga diusulkan ikut dalam pembahasan penataan berikutnya.

Koordinator Satgas Cinta Pasar Tanjung Danang Andriasmara mengatakan seluruh pemangku kepentingan akan kembali dikonsolidasikan.

“Hari Jumat seluruh stakeholder yang ada di Pasar Tanjung termasuk juga dari Laskar Jahanam akan melakukan konsolidasi lagi, rapat lagi setelah jumatan di pendopo,” kata Danang.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung Jumat (2/10/2026).

Danang mengatakan pertemuan tersebut akan menghasilkan formulasi baru dengan memasukkan berbagai masukan dan keluhan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Nanti pasca pertemuan akan dibuat formulasi baru. Menyempurnakan apa yang sudah ada selama ini. Masukan apa, keluhan apa, pendapat apa yang diusulkan dari seluruh stakeholder yang terlibat akan dimasukkan di dalam rapat nantinya,” ujarnya.

Pelemparan sayuran busuk pun menjadi gambaran kerasnya protes pedagang terhadap proses penataan Pasar Tanjung. Setelah aksi tersebut, pemerintah dan DPRD Jember kini akan kembali membuka pembahasan dengan melibatkan kelompok pedagang yang sebelumnya mengaku belum mendapatkan ruang koordinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *