BeritaHeadline

Food Street Jember Bakal Punya 3 Tema Kuliner: Nusantara, Chinese hingga Eropa

723
×

Food Street Jember Bakal Punya 3 Tema Kuliner: Nusantara, Chinese hingga Eropa

Sebarkan artikel ini
Food Street Jember Bakal Punya 3 Tema Kuliner: Nusantara, Chinese hingga Eropa
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini. Foto: Rio Satrio

Jember, locusjatim.com – Kawasan kuliner malam di Kabupaten Jember bakal tampil dengan konsep berbeda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan Food Street dengan tiga tema utama, yakni Nusantara, Chinese, dan Eropa.

Konsep tersebut disiapkan sebagai bagian dari penataan kawasan kuliner yang ditargetkan mulai difasilitasi pada Desember 2026.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan tiga tema tersebut menjadi bagian dari konsep penataan pedagang di kawasan Food Street.

“Untuk pengadaan fasilitasi yang ada di Food Street bulan Desember besok. Ada tema Nusantara, tema Chinese, dan juga tema Eropa,” ujar Sartini saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).

Selain konsep tematik, Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi pedagang dan pengunjung. Di antaranya lampu dan kursi yang dapat digunakan secara gratis.

Sartini menjelaskan, Food Street tersebut direncanakan beroperasi mulai pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB. Selain itu, lokasi Food Street telah dipetakan dengan mempertimbangkan ukuran gerobak pedagang.

Berdasarkan pemetaan sementara, kawasan tersebut diperkirakan dapat menampung lebih dari 100 pedagang. Namun, Sartini belum memastikan jumlah final pedagang yang akan menempati kawasan tersebut karena data masih akan diverifikasi kembali.

“Sudah kita petakan, kita ukur dengan panjang gerobak. Itu insyaallah kurang lebih ada 100 lebih pedagang. Nanti saya cek lagi, takut salah,” ujarnya.

Kawasan Food Street direncanakan membentang dari kawasan Grapari di Jalan Kartini, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, ke arah selatan. Selanjutnya, kawasan tersebut berbelok menuju Hotel 88 di Jalan Diponegoro.

Di sekitar Hotel 88, Pemkab Jember juga merencanakan pembangunan pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat Food Street beroperasi, Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah kantong parkir. Dua lokasi yang disiapkan antara lain kawasan SMP Negeri 1 Jember dan Kantor Dinas Perhubungan Jember.

“Kantong-kantong parkir sudah kita siapkan nanti di SMP 1, kemudian di Kantor Dishub,” kata Sartini.

Sementara itu, penempatan pelaku UMKM non-makanan masih dalam pembahasan. Salah satu opsi yang sempat disiapkan yakni menempatkan pedagang non-kuliner di kawasan Dinas Tenaga Kerja.

Sartini mengatakan, penataan tersebut masih dikaji agar pelaku UMKM non-makanan juga dapat memperoleh ruang untuk berjualan.

Di sisi lain, Pemkab Jember memastikan penataan Food Street tidak mengganggu akses masyarakat menuju fasilitas umum dan tempat ibadah di kawasan Jalan Kartini.

Akses menuju gereja, sekolah, dan rumah sakit tetap akan dipertahankan. Area tersebut tidak akan ditempati lapak UMKM.

“Untuk kegiatan keagamaan kita tidak mengganggu. Jadi nanti arah masuk ke gereja maupun ke sekolah maupun ke rumah sakit yang di Jalan Kartini itu kita tidak taruh ke UMKM yang ada di situ. Jadi kita sudah petakan,” pungkas Sartini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *