BeritaHeadline

Pesan Terakhir Warga Jember Sebelum KM Virgo Kecelakaan: Ombak Besar Sampai Lantai Kapal

824
×

Pesan Terakhir Warga Jember Sebelum KM Virgo Kecelakaan: Ombak Besar Sampai Lantai Kapal

Sebarkan artikel ini
Laka laut km virgo 8
Scerisot pesan korban laka laut KM Virgo 8 kepada adiknya. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Sebuah pesan WhatsApp menjadi komunikasi terakhir Kaka Ave Jaya Ruddin K. (44), warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, sebelum komunikasi dengan keluarganya terputus saat berada di KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).

Pesan itu dikirim Kaka kepada adiknya, Mercilla Baharudin (36), sekitar pukul 12.18 WIB. Saat itu, Kaka baru beberapa jam berada di atas kapal setelah keberangkatannya sempat tertunda akibat kondisi cuaca.

Dalam pesan tersebut, Kaka mengabarkan kondisi ombak yang sangat besar.

“Kakak saya WA kalau ombak itu besar sampai ke lantai kapal,” kata Mercilla saat menceritakan komunikasi terakhir dengan kakaknya.

Mendapat pesan tersebut, Mercilla langsung meminta kakaknya memperbanyak doa dan membaca salawat.

“Ya Allah, bismillah yang banyak, salawat yang banyak,” ujar Mercilla mengingat pesan balasannya kepada Kaka.

“Nah setelah itu komunikasi kita terputus” sambungnya.

Mercilla mengatakan, sebelum akhirnya naik kapal, kepulangan Kaka ke Jember sebenarnya sempat beberapa kali tertunda. Kaka yang bekerja di Banjarmasin awalnya berencana pulang setelah mengetahui kondisi cuaca masih baik pada akhir Agustus.

Ia kemudian memperoleh tiket kapal untuk keberangkatan 1 September. Setelah tiba di Jember dan berkumpul dengan keluarga, Kaka kembali ke Banjarmasin karena masih memiliki sejumlah urusan pekerjaan.

Saat hendak kembali, kondisi cuaca mulai memburuk. Penyeberangan sempat ditunda sehingga Kaka harus menunggu kepastian keberangkatan.

“Saya bilang, kalau memang cuacanya buruk, tidak usah pulang, balik sini. Tunggu sampai keadaan lautnya tenang,” tutur Mercilla.

Namun, Kaka tetap memutuskan kembali ke Banjarmasin karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Ia kemudian berangkat dari Jember menuju Surabaya menggunakan travel pada Kamis malam. Setelah tiba di Surabaya, Kaka kembali mendapat kabar bahwa keberangkatan kapal ditunda.

Hingga akhirnya, pada Jumat malam, Kaka mengabarkan kepada keluarga bahwa dirinya sudah mendapatkan kapal.

Kaka berangkat bersama Khoirul, sopir yang merupakan tetangganya ketika berada di Banjarmasin. Keduanya diketahui berada dalam rombongan ekspedisi yang membawa tiga truk.

Dua truk masuk ke KM Virgo Transport 8, sedangkan satu truk lainnya masuk ke kapal MV Haida.

Mercilla mengatakan, berdasarkan keterangan Paeman, salah satu orang dari rombongan yang berhasil selamat, Kaka dan Khoirul sebelumnya berada di satu kamar.

Namun, ketika kapal mulai mengalami kemiringan, Paeman bersama kernetnya tidak berada di kamar. Mereka kemudian berusaha menyelamatkan diri.

“Dia sempat lari ke kamar, pokoknya kakak saya sama sopir sudah tidak ada di kamar,” kata Mercilla.

Keterangan tersebut membuat keluarga masih menyimpan harapan bahwa Kaka sempat keluar dari kamar dan berusaha menyelamatkan diri ketika kapal mengalami kecelakaan.

“Jadi kemungkinan besar sudah dapat pelampung sama life jacket. Jadi dia sudah tidak ada di kamar, sudah tidak dalam posisi tidur,” ujarnya.

Kini, memasuki hari keempat pencarian, keluarga masih belum mendapat kepastian mengenai keberadaan Kaka.

Mercilla bersama keluarga terus berkoordinasi dengan tim SAR di Banjarmasin dan memantau informasi korban yang berhasil dievakuasi melalui Pelabuhan Trisakti.

Warga, tetangga, hingga bos Kaka di Banjarmasin juga ikut membantu pencarian informasi. Mereka bahkan bergantian menunggu di pelabuhan setiap kali ada kapal datang.

Bagi Mercilla, pesan singkat tentang ombak besar itu kini menjadi komunikasi terakhir yang terus terngiang di pikirannya.

“Saya berharap kakak saya ditemukan dalam kondisi apa pun,” katanya.

Mercilla menegaskan, keluarga hanya ingin mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Kaka.

“Dalam kondisi apa pun, karena mau hidup, mau tidak ada, saya tetap bawa pulang ke Jember,” tegasnya.

Hingga kini, keluarga masih menunggu kabar terbaru mengenai pencarian Kaka Ave Jaya Ruddin K. yang tercatat sebagai salah satu warga Jember dalam insiden KM Virgo Transport 8.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *