BeritaHeadline

Isu Pertalite Naik Bikin Warga Jember Panic Buying, Antrean SPBU Tembus Badan Jalan

911
×

Isu Pertalite Naik Bikin Warga Jember Panic Buying, Antrean SPBU Tembus Badan Jalan

Sebarkan artikel ini
Isu Pertalite Naik Bikin Warga Jember Panic Buying, Antrean SPBU Tembus Badan Jalan
Salah Satu Pertamina di Jember. Foto: Rio/locusjatim.com

Jember, locusjatim.comIsu kenaikan harga Pertalite pada awal September 2026 membuat sebagian warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, memilih mengisi BBM lebih awal. Fenomena tersebut memicu panic buying hingga menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU dan bahkan menembus badan jalan.

Antrean panjang itu terpantau sejak Minggu (30/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026). Warga rela menghabiskan waktu puluhan menit untuk mendapatkan Pertalite karena khawatir harga BBM berubah dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, di antaranya Mlokorejo, Jambearum, Ahmad Yani atau Temba’an, Kreongan, Puger, hingga Gajah Mada.

Tidak hanya pada jam sibuk, antrean kendaraan disebut masih terjadi hingga dini hari. Di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani, misalnya, antrean bahkan dilaporkan memanjang hingga sedikit keluar dari area SPBU dan mendekati jalan raya.

Mayoritas kendaraan yang memadati antrean merupakan sepeda motor. Namun, kendaraan roda empat juga ikut memenuhi antrean, terutama di sejumlah SPBU dengan tingkat kepadatan konsumen yang tinggi.

Rio Kurniawan (25), warga Kecamatan Sumbersari, menjadi salah satu warga yang merasakan panjangnya antrean tersebut. Ia mengaku harus menunggu sekitar 20 hingga 30 menit sebelum mendapatkan Pertalite.

“Saya antre sejak pukul 2 siang tadi. Baru dapat beli Pertalite jam setengah 3 sore ini, kurang lebih antre antara 20-30 menit,” ujar Rio.

Menurut Rio, kepadatan paling banyak terlihat pada kendaraan roda dua. Bahkan, antrean di salah satu SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani disebut tetap terjadi ketika sebagian besar aktivitas masyarakat sudah berkurang.

“Bahkan saat dini hari, di SPBU Temba’an (Ahmad Yani) masih antre panjang, keluar sedikit sampai ke jalanan,” ungkapnya.

Rio menduga kepanikan warga tidak lepas dari isu mengenai kenaikan harga BBM yang beredar menjelang September.

“Kayaknya santer isu soal kenaikan harga BBM bulan September ini jadi banyak yang beli,” ulasnya.

Ia juga menyebut memperoleh informasi dari rekannya mengenai harga Pertalite eceran di sebuah warung di kawasan Tanggul yang disebut mencapai Rp13 ribu per liter.

Kepadatan antrean juga dirasakan Slamet Hidayanto (32), warga Kecamatan Patrang. Ia mengaku harus mengantre saat membeli Pertalite untuk kendaraan operasional kantor di SPBU Gajah Mada.

“Saya antre beli BBM jenis Pertalite untuk mobil kantor di SPBU Gajah Mada. Untuk antrean ini panjang. Hari ini lumayan, itu mobil sampai hampir keluar jalan,” ujar Slamet.

Menurut Slamet, antrean Pertalite semakin padat setelah sebagian masyarakat beralih dari Pertamax. Kondisi itu kemudian diperparah dengan munculnya isu bahwa harga Pertalite akan mengalami kenaikan pada awal September.

“Sejak BBM Pertamax harganya naik, banyak yang beralih ke Pertalite. Jadinya antre panjang itu. Ada isu juga, katanya awal September ini Pertalite mau naik harganya,” ulasnya.

Situasi tersebut membuat sebagian konsumen memilih mengisi BBM sebelum adanya kemungkinan perubahan harga. Akibatnya, permintaan di sejumlah SPBU meningkat dalam waktu bersamaan.

Di tengah antrean yang mengular, masyarakat diminta tidak berlebihan dalam membeli BBM. Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, memastikan stok dan distribusi Pertalite di Jember dalam kondisi aman.

Ia menegaskan, antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM ataupun adanya gangguan dalam distribusi.

“Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying,” ujar Ikbal saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Ikbal menyebut fenomena antrean tersebut bersifat lokal dan terjadi di wilayah Kabupaten Jember. Menurutnya, jalur distribusi maupun ketersediaan Pertalite tidak mengalami persoalan.

“Fenomena terjadinya antrean yang mengular di Jember ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya juga tidak ada kendala sama sekali,” ulasnya.

Ia menduga isu kenaikan harga menjadi salah satu penyebab masyarakat melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

“Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying,” ungkapnya.

Untuk meredam keresahan, Hiswana Migas bersama pihak terkait akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Informasi mengenai kondisi stok Pertalite akan disampaikan melalui media maupun operator SPBU.

“Kami menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui teman-teman media maupun melalui operator yang ada di SPBU. Bahwa secara stok BBM jenis Pertalite aman. Kemudian distribusinya juga tidak ada kendala,” jelas Ikbal.

Ikbal menambahkan, pihaknya telah mengonfirmasi kondisi stok tersebut kepada Pertamina. Namun, ia belum dapat menyampaikan secara rinci jumlah stok Pertalite yang tersedia khusus untuk wilayah Jember.

“Yang jelas pihak Pertamina menyampaikan stoknya aman. Untuk detailnya berapa, saya belum monitor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *