Jember, locusjatim.com – Kebakaran melanda kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jalan Sriwijaya No.53, Dusun Kramat, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) malam. Kobaran api sempat membesar dan merembet ke sejumlah bagian gedung.
Danru C Mako Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jember, Rohyudi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Masalah kesulitan memang tidak ada, tadi ada laporan langsung kita meluncur ke TKP. Namun setelah sampai di TKP, kelihatan apinya besar, langsung kita menghubungi Mako Rambipuji untuk meminta bantuan unit,” ujar Rohyudi saat ditemui beberapa wartawan di lokasi kejadian.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar mengerahkan tiga armada. Petugas juga mendapat bantuan satu armada tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unit dari Mako Rambipuji.
Rohyudi mengatakan dua tangki air sempat habis digunakan untuk memadamkan api sebelum bantuan dari Mako Rambipuji tiba di lokasi.
“Untuk armada dari Damkar sendiri ada tiga armada. Ada bantuan juga dari BPBD, satu armada tangki,” ujarnya.
Menurut Rohyudi, saat petugas tiba di lokasi, api sudah cukup besar. Kobaran terlihat berada di bagian luar gedung sebelum kemudian menyambar bagian atap.
“Kalau api saya kira itu dari luar, tapi pastinya juga saya kurang tahu. Cuma sampai ke lokasi sudah besar semua apinya,” jelasnya.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menjinakkan kobaran api. Setelah api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan.
“Untuk sekarang sudah pendinginan. Alhamdulillah, tidak ada korban. Masih bisa diatasi itu semuanya. Kalau pemadaman tadi sekitar satu jam,” tambah Rohyudi.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri, Wiwid Widodo, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti awal mula kebakaran. Saat kejadian, ia berada di ruang tengah dan mengikuti rapat melalui Zoom setelah selesai melaksanakan salat Isya.
Menurut Wiwid, titik kebakaran berada di area parkir belakang gedung. Sejumlah pegawai yang masih berada di kantor kemudian berlari sambil berteriak memberitahukan adanya api.
“Teman-teman lari sambil teriak api-api,” kata Wiwid.
Bagian yang pertama terbakar merupakan tempat penyimpanan barang-barang yang sudah tidak terpakai dan rencananya akan dihapuskan. Ruangan tersebut bersebelahan dengan kamar mandi dan mushala.
Api kemudian merembet ke bagian depan gedung, termasuk ruang perlengkapan, ruang keuangan hingga ruang staf.
Wiwid mengatakan pegawai sempat melakukan pemadaman awal menggunakan ember, selang dan air. Namun, api dengan cepat membesar hingga mencapai bagian atas bangunan.
“Kita enggak mikir aset dulu. Pertama ya kita ngambil ember, ngambil selang, ngambil air, berupaya untuk memadamkan, tapi kelihatannya api sudah sampai ke atas,” ujarnya.
Saat proses pemadaman berlangsung, anggota Polsek dan satpam turut membantu menyelamatkan aset penting yang berada di dalam gedung. Seluruh aset penting kemudian dipindahkan ke ruang tengah.
“Sudah kita pindahkan semua ke ruang tengah,” katanya.
Wiwid memperkirakan api telah membakar hampir separuh bagian gedung, mulai dari sisi kiri hingga area parkir. Bagian atap area parkir juga ikut terbakar.
“Kalau yang terbakar saya belum mengukur, kelihatannya hampir separuh bagian gedung. Dari sebelah kiri ini sampai ke area parkir. Termasuk atapnya tempat parkir juga terbakar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada aset berharga yang ikut terbakar. Kerusakan sementara lebih banyak terjadi pada bangunan dan beberapa unit AC.
Wiwid juga menyebut tidak ada gangguan listrik saat kebakaran terjadi. Meski sebelumnya dalam beberapa waktu terakhir listrik di kantor sempat sering turun ketika sejumlah AC digunakan, kondisi tersebut tidak terjadi pada saat kebakaran.
“Pas kejadian tidak ada jeglek, dari pagi sampai kejadian tadi tidak ada. Voltase turun juga tidak ada tanda-tanda itu,” ujarnya.
Tidak ada pegawai yang terluka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, dua pegawai berada di ruang staf dan menjadi orang yang pertama mencium bau asap serta melihat api.
Terpisah, Kapolsek Sumbersari Kompol Heri Supadmo mengatakan pihaknya bersama unsur Muspika, Danramil, Camat dan Lurah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kebakaran.
“Kami bekerja sama dengan Muspika, Danramil, Camat, dan Lurah di sini. Terkait adanya informasi kebakaran di kantor Meru Betiri ini, kami melaksanakan pengamanan untuk masyarakat yang mendekat, kita jauhkan dari lokasi dan kita koordinasi dengan pemadam kebakaran,” kata Heri.
Menurut Heri, saat ini api telah berhasil dijinakkan dan petugas masih melakukan pendinginan.
“Untuk saat ini penanganan masih berlangsung dan alhamdulillah untuk api sudah bisa kita jinakkan, tinggal pendinginan,” ujarnya.
Berdasarkan inventarisasi sementara, bagian gedung yang terdampak kebakaran meliputi gedung arsip dan gedung keuangan. Polisi bersama pihak Meru Betiri masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian.
“Untuk sementara hasil inventarisir gedung yang terbakar yaitu di gedung arsip dan gedung keuangan. Alhamdulillah sementara itu yang masih bisa kita inventarisir, untuk kerugian yang lain masih kita rinci kembali,” jelas Heri.
Terkait penyebab kebakaran, Heri mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal dari petugas Meru Betiri, kebakaran diduga akibat korsleting listrik di bagian belakang gedung.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Polisi akan mendatangkan tim Inafis Polres Jember dan berkoordinasi dengan Satreskrim untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Informasi dari petugas Meru Betiri sementara itu akibat korsleting listrik di belakang. Namun demikian untuk lebih jelasnya nanti kami akan datangkan Tim Inafis dari Polres dan tentunya kami akan koordinasi dengan Reskrim,” pungkasnya.
Polisi memastikan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan di lokasi. Sementara total kerugian juga masih dalam proses pendataan bersama pihak Balai Taman Nasional Meru Betiri.






