Berita

Bertahan atau Ditinggalkan? Pramuka Sumenep Bongkar Tantangan Menuju 2030

723
×

Bertahan atau Ditinggalkan? Pramuka Sumenep Bongkar Tantangan Menuju 2030

Sebarkan artikel ini
Bertahan atau Ditinggalkan? Pramuka Sumenep Bongkar Tantangan Menuju 2030
DKC Pramuka Sumenep gelar sarasehan hari pramuka 2026. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep mulai membidik tantangan besar menuju 2030. Perubahan teknologi yang semakin cepat dan bergesernya karakter generasi muda membuat Pramuka dituntut tidak sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga berani melakukan pembaruan.

Pertanyaan mengenai masa depan Gerakan Pramuka tersebut menjadi pembahasan utama dalam Sarasehan Hari Pramuka Tahun 2026 yang digelar Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Sumenep, Senin (31/8/2026).

Bertempat di Auditorium Jagha Tèmba Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura), sarasehan mengangkat tema “Pramuka 2030: Bertahan, Berubah, atau Ditinggalkan”.

Tema tersebut sengaja dipilih untuk mengajak insan Pramuka melihat kembali cara organisasi menjalankan kegiatan dan membina generasi muda. Sebab, pola kehidupan anak muda saat ini telah berubah seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Ketua DKC Sumenep, Haikal Maulana, mengatakan perubahan tidak berarti harus menghilangkan nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas Gerakan Pramuka.

“Pramuka tidak cukup hanya bertahan dengan cara-cara lama. Kita harus berani berubah dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Yang perlu dipertahankan adalah nilai-nilai kepramukaan, sementara cara, pendekatan, dan inovasinya harus terus berkembang,” ujar Haikal.

Menurut dia, tantangan Pramuka ke depan bukan hanya bagaimana mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga memastikan keberadaannya tetap memiliki arti bagi generasi muda.

“Generasi muda hari ini hidup dalam lingkungan yang sangat berbeda. Maka Pramuka juga harus mampu hadir dengan pendekatan yang sesuai tanpa kehilangan jati dirinya,” tambahnya.

Dorongan untuk melakukan perubahan juga datang dari Ketua Pelaksana kegiatan, Iron. Menurutnya, tema sarasehan bukan sekadar slogan peringatan Hari Pramuka, melainkan pertanyaan yang perlu dijawab bersama oleh seluruh unsur kepramukaan.

“Tema ini sengaja kita hadirkan sebagai pertanyaan sekaligus bahan refleksi bersama. Kita ingin mengajak seluruh peserta berpikir, apakah cara kita menjalankan Pramuka hari ini masih relevan untuk menghadapi tahun 2030,” ungkap Iron.

Ia menilai perubahan harus menjadi gerakan bersama. Tidak hanya anggota muda, tetapi juga Pembina dan pelatih perlu ikut mengambil peran dalam menciptakan pola pembinaan yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kalau kita ingin Pramuka tetap menjadi pilihan generasi muda, maka perubahan harus dimulai dari sekarang. Penegak, Pandega, Pembina maupun pelatih memiliki peran untuk membangun wajah Pramuka yang lebih adaptif dan relevan,” lanjutnya.

Sarasehan tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni Muhammad Romli, Zamzami Sabiq, Khaeru Ahmadi, dan Moh. Hasyik. Pesertanya berasal dari berbagai unsur Gerakan Pramuka, mulai Penegak, Pandega, Pembina hingga Pelatih.

Berbagai perspektif mengenai masa depan Pramuka turut dibahas dalam forum tersebut. Di antaranya mengenai pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kegiatan yang lebih dekat dengan kebutuhan dan karakter generasi muda.

Bagi DKC Sumenep, menghadapi 2030 bukan berarti meninggalkan jati diri kepramukaan. Justru nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi kekuatan Pramuka harus dipertahankan, sementara metode dan bentuk kegiatannya perlu terus disesuaikan.

Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum untuk melahirkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep.

Sebab, pilihan yang dihadapi Pramuka bukan semata-mata antara bertahan atau berubah. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana berubah tanpa kehilangan jati diri, sehingga Pramuka tetap dibutuhkan dan dipilih generasi muda hingga 2030 dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *