Berita

Kades Lobuk Ingin 1.500 Mangrove Jadi Benteng Pesisir Pantai Matahari

0
×

Kades Lobuk Ingin 1.500 Mangrove Jadi Benteng Pesisir Pantai Matahari

Sebarkan artikel ini
Kades Lobuk Ingin 1.500 Mangrove Jadi Benteng Pesisir Pantai Matahari
Sambutan Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam di kawasan Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jumat (28/8/2026).

Bagi Pemerintah Desa Lobuk, penanaman tersebut bukan sekadar upaya menghijaukan kawasan wisata. Ribuan mangrove itu diharapkan tumbuh menjadi benteng alami yang membantu menjaga pesisir Pantai Matahari dari ancaman abrasi sekaligus menopang ekosistem laut.

Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh, menegaskan bahwa keberhasilan penanaman mangrove tidak berhenti ketika bibit ditanam. Perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan. Mangrove yang ditanam harus terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep bersama berbagai pihak.

Menurut Saleh, keberadaan mangrove memiliki fungsi penting bagi kawasan pesisir. Selain membantu mengurangi risiko abrasi, kawasan mangrove juga dapat menjadi habitat bagi berbagai biota laut, seperti ikan kecil, udang dan kepiting.

Karena itu, ia berharap penanaman 1.500 mangrove tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan melalui keterlibatan pemerintah desa, masyarakat maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Di sisi lain, Saleh mengapresiasi JMSI Kabupaten Sumenep yang memilih Pantai Matahari sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi wisata.

“Terima kasih kepada teman-teman JMSI yang telah mempercayakan kegiatan ini di tempat wisata kami. Mudah-mudahan kerja sama ini terus terjalin dan semakin kuat,” ujar Moh Saleh.

Ia menjelaskan, Pantai Matahari mulai berdiri sejak 2022 dan hingga kini masih terus melakukan pembenahan. Pemerintah Desa Lobuk berharap perhatian serta dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Pariwisata, dapat semakin ditingkatkan untuk mendorong perkembangan kawasan wisata tersebut.

Menurutnya, semakin berkembangnya Pantai Matahari berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Dampak lainnya juga diharapkan dirasakan masyarakat melalui terbukanya peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.

Saleh juga menegaskan kesiapan Pemerintah Desa Lobuk untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam menjaga kawasan mangrove yang telah ditanam.

“Kami berharap kerja sama ini berlanjut pada pengawasan dan pemeliharaan mangrove di Pantai Matahari. Walaupun dimulai dari langkah kecil, insyaallah ke depan manfaatnya akan luar biasa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *