Berita

Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir, JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Wisata Pantai Matahari

721
×

Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir, JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Wisata Pantai Matahari

Sebarkan artikel ini
Dorong Pelestarian Kawasan Pesisir, JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Wisata Pantai Matahari
Proses penanaman pohon mangrove di wisata pantai matahari. Foto: locusjatim.com

Sumenep, locusjatim.com Upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir terus dilakukan berbagai pihak di Kabupaten Sumenep. Kali ini, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mengambil bagian dengan menanam 1.500 pohon mangrove di kawasan Wisata Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam gerakan “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep.” Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata JMSI dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang juga memiliki potensi wisata.

Lokasi penanaman berada di Spot Pancing Pantai Matahari. Sebelum penanaman dilakukan, JMSI Sumenep bersama sejumlah pihak juga menggelar aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peduli lingkungan.

Gerakan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola Pantai Matahari, Pemerintah Desa Lobuk, serta sejumlah pihak lainnya.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Ia juga mengapresiasi kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Supanji menjelaskan, penanaman 1.500 bibit mangrove tidak dilakukan sekaligus. Prosesnya dibagi dalam beberapa tahapan sejak sehari sebelumnya hingga Jumat dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air laut di kawasan Pantai Matahari.

“Penanaman 1.500 bibit mangrove kita lakukan secara bertahap mulai dari kemarin sampai hari ini. Kenapa dilakukan bertahap? Karena pada tanggal-tanggal ini waktu surutnya air cukup cepat,” ujar Supanji.

Menurutnya, kondisi air laut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses penanaman. Jika seluruh bibit dipaksakan ditanam dalam satu waktu, prosesnya akan membutuhkan waktu lebih panjang.

Karena itu, JMSI memilih membagi proses penanaman menjadi dua tahap agar kegiatan dapat berlangsung lebih efektif dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Lebih jauh, Supanji berharap penanaman mangrove tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Ribuan pohon yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi kawasan pesisir Pantai Matahari dalam jangka panjang.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir, termasuk membantu mengurangi ancaman abrasi serta menjadi bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan di wilayah pantai.

“Ini merupakan langkah kecil dari teman-teman JMSI, tetapi besar harapan kami semoga memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan, utamanya menjaga bibir pantai, menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan lain sebagainya,” katanya.

Bagi JMSI Sumenep, pelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan kawasan wisata. Pantai yang terawat dan memiliki ekosistem pesisir yang baik diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga masyarakat sekitar.

Supanji menegaskan, kegiatan peduli lingkungan tersebut tidak berhenti pada penanaman mangrove. JMSI Sumenep berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan setiap tahun.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk keterlibatan insan pers dalam persoalan lingkungan. Peran media tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan penanaman 1.500 pohon mangrove di Pantai Matahari, JMSI Sumenep berharap kesadaran menjaga kawasan pesisir semakin kuat. Kolaborasi antara organisasi pers, pemerintah, pengelola wisata, komunitas, dan masyarakat dinilai penting agar upaya pelestarian dapat dilakukan secara konsisten.

“Sudah menjadi komitmen teman-teman JMSI untuk bagaimana kegiatan seperti ini kita gelar setiap tahun sebagai bentuk langkah nyata JMSI untuk peduli terhadap lingkungan, baik lingkungan pesisir maupun kawasan destinasi wisata,” ungkap Supanji.

Sekedar diinformasikan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, DLH Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *