Berita

DLH Sumenep Sulap Ribuan Sampah Jadi Karya Bernilai di Madura Night Vaganza 2026

816
×

DLH Sumenep Sulap Ribuan Sampah Jadi Karya Bernilai di Madura Night Vaganza 2026

Sebarkan artikel ini
Madura Night Vaganza 2026
Stand Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep di Madura Night Vaganza 2026. Foto: locusjatim.com

Sumenep,locusjatim.com Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menghadirkan konsep berbeda dalam Madura Night Vaganza 2026. Ribuan barang bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai disulap menjadi bagian dari stan pameran yang menarik sekaligus sarat pesan tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Stan tersebut mengusung konsep “Waste to Wonder – Sampah Menjadi Karya, Karya Menjadi Solusi” dan tampil dalam Madura Night Vaganza 2026 di Lapangan GOR A. Yani Sumenep, Rabu malam (26/08/2026) malam.

Material yang digunakan bukan berasal dari bahan baru. DLH memanfaatkan berbagai barang bekas yang diperoleh dari tempat pembuangan sementara (TPS), kemudian dipilah, dibersihkan, dirangkai, hingga diolah menjadi bagian dari dekorasi stan.

Sedikitnya terdapat 2.100 botol plastik bekas, 1.000 tutup botol, enam karton bekas, 18 papan bekas packing barang, enam rol kabel, enam galon, serta enam ban bekas yang dimanfaatkan dalam pembuatan stan tersebut.

Tak hanya botol plastik, DLH juga menampilkan sejumlah contoh pemanfaatan limbah lainnya. Kemasan bungkus saset, misalnya, diolah kembali menjadi berbagai produk seperti tas belanja, pigura, dan wadah tisu.

Seluruh proses pembuatan stan dilakukan secara mandiri oleh staf DLH Sumenep. Mulai dari mengumpulkan, memilah, membersihkan, merangkai, membuat dekorasi hingga finishing, seluruhnya dikerjakan selama kurang lebih lima hari.

Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah.

“Kami ingin mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi ada yang masih bisa dipilah, dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.

Menurutnya, keberadaan stan tersebut tidak sekadar menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas. Lebih dari itu, DLH ingin memberikan edukasi bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

“Menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari kebiasaan memilah sampah, mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai,” ujarnya.

Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya DLH agar pengunjung tidak hanya datang, melihat, lalu berfoto di stan. Pengunjung justru diajak ikut mengambil bagian melalui sejumlah aktivitas bertema lingkungan.

Salah satunya adalah Pohon Komitmen, tempat pengunjung dapat menuliskan pesan atau komitmen untuk menjaga lingkungan dan kemudian menempelkannya pada pohon yang telah disediakan.

DLH juga membuka aktivitas Setor Sampah ke Bank Sampah. Pengunjung maupun peserta pameran dapat membawa sampah yang telah dipilah, khususnya botol plastik, untuk disetorkan melalui bank sampah di stan DLH.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang akan diundi pada akhir acara.

Anwar menegaskan, pesan utama yang ingin disampaikan melalui stan tersebut adalah bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Melalui stand ini kami ingin menunjukkan bahwa barang yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa menjadi karya. Harapannya, masyarakat tidak hanya melihat keindahannya, tetapi juga menangkap pesan bahwa menjaga kebersihan Sumenep adalah tanggung jawab kita bersama,” lanjutnya.

Perlu diketahui, Madura Night Vaganza 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian Madura Culture Fest (MCF) #4 2026, sekaligus rangkaian Pameran Pembangunan Kabupaten Sumenep yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026 dan diikuti sejumlah OPD, BUMD/BUMN serta pelaku dunia usaha di Kabupaten Sumenep.

Melalui konsep tersebut, DLH Sumenep juga ingin menunjukkan bahwa sampah tidak selalu identik dengan sesuatu yang harus segera dibuang. Dengan pemilahan dan pengolahan yang tepat, barang bekas masih dapat memiliki fungsi, nilai estetika hingga nilai ekonomi.

“Mari kita jaga Sumenep. Bersihkan lingkungan kita, pilah sampah kita, manfaatkan barang yang masih bisa digunakan dan jadikan sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *