Berita

Hari Kelima Pencarian Nalayan KLM Pantes, Tim SAR Temukan 1 Korban dengan Kondisi Meninggal

623
×

Hari Kelima Pencarian Nalayan KLM Pantes, Tim SAR Temukan 1 Korban dengan Kondisi Meninggal

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan menemukan satu nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang
Tim SAR Gabungan menemukan satu nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang. Foto: Istimewa

Jember, locusjatim.com Upaya pencarian korban KLM Pantes yang terbalik dihantam ombak di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, memasuki hari kelima, Minggu (23/8/2026).

Pencarian dilakukan setelah kapal yang membawa lima nelayan tersebut terbalik akibat dihantam ombak di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam pencarian kali ini, Tim SAR Gabungan menemukan satu nelayan yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam kondisi meninggal dunia.

Korban tersebut diketahui bernama Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember. Jenazah Sholihin ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi terdampar di Pantai Paseban.

Koordinator Pos SAR Jember, S. Jefriyanzah Putra Pratama, mengatakan lokasi penemuan korban berada sekitar 10 nautical mile (NM) dari lokasi kecelakaan kapal dengan arah 105 derajat ke timur.

Setelah mendapat laporan warga, Tim SAR Gabungan bersama keluarga langsung melakukan evakuasi terhadap korban.

“Alhamdulillah, satu korban atas nama Solihin, kita Tim SAR gabungan bersama warga dan keluarga berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 10 nautical mile dari LKK dan heading 105 arah timur. Selanjutnya, korban kita evakuasi ke rumah duka,” ujar Jefri.

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.15 WIB. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sholihin masih dapat dikenali oleh keluarga melalui pakaian yang dikenakannya. Meski kondisi tubuh korban telah mengalami perubahan setelah beberapa hari berada di laut, pakaian korban masih melekat.

“Korban pertama kali ditemukan oleh warga dan dikenali dari pakaian oleh keluarga. Pakaian korban masih utuh dan melekat di tubuhnya. Karena sudah terlalu lama di air, kondisi tubuhnya bengkak, tapi alhamdulillah masih dapat dikenali oleh keluarga,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya Sholihin, masih terdapat dua nelayan KLM Pantes yang belum ditemukan. Keduanya yakni Mujai (58) dan Samsul (45), yang sama-sama merupakan warga Kecamatan Puger.

Sebelumnya, dari total lima nelayan yang berada di kapal tersebut, Samino (65), warga Desa Bagon, Kecamatan Puger, ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, ditemukan meninggal dunia.

Tim SAR Gabungan kemudian kembali melanjutkan pencarian terhadap Mujai dan Samsul. Personel dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir wilayah laut dan pesisir.

“Kami tetap melakukan pencarian dan penyisiran di seputaran pesisir pantai serta melakukan penyisiran di laut dengan dua SRU,” jelasnya.

Satu SRU melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai, sedangkan SRU lainnya dikerahkan untuk menyisir wilayah laut di sekitar lokasi kejadian.

Namun, pencarian menghadapi tantangan kondisi cuaca dan gelombang. Tim SAR mencatat tinggi gelombang maksimum di sekitar pantai selatan Jember mencapai sekitar 2,5 meter, dengan kecepatan angin hingga sekitar 15 knot.

Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Jember, BPBD Jember, BPBD Lumajang, Polair Jember, Polsek Kencong, Koramil Kencong, Pos AL Puger, PMI, relawan, perangkat kampung, mahasiswa hingga nelayan sekitar.

Hingga hari kelima operasi, pencarian terhadap Mujai dan Samsul masih terus dilakukan dengan menyisir wilayah pesisir dan laut di sekitar lokasi kecelakaan.

“Berikutnya pencarian terhadap Mujai dan Samsul masih terus dilakukan dengan menyisir wilayah pesisir dan laut di sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya.

KLM Pantes sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dengan membawa lima nelayan untuk mencari ikan di perairan Maleman.

Saat perjalanan kembali menuju daratan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, kapal dihantam ombak di perairan dekat Paseban. Gelombang menghantam bagian kanan kapal hingga menyebabkan lambung kapal bocor dan akhirnya kapal terbalik.

Hingga hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan telah menemukan total 3 dari 5 orang nelayan yang dinyatakan hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *