Berita

BPRS Bhakti Sumekar Kampanyekan Keuangan Sehat

2116
×

BPRS Bhakti Sumekar Kampanyekan Keuangan Sehat

Sebarkan artikel ini
BPRS Bhakti Sumekar Kampanyekan Keuangan Sehat

Sumenep, locusjatim.com PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada masyarakat melalui kampanye bertajuk “Utangmu untuk Kebutuhan atau Gengsi?”. Melalui kampanye tersebut, bank syariah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat dengan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.

Kampanye yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @bhakti.sumekar.official itu mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengajukan pinjaman tanpa mempertimbangkan tujuan penggunaannya. BPRS Bhakti Sumekar mendorong setiap orang untuk terlebih dahulu menilai apakah utang yang akan diambil benar-benar diperlukan atau hanya didorong keinginan mengikuti gaya hidup.

“Jangan sampai utang yang seharusnya membantu, justru menjadi beban di kemudian hari. Gunakan pinjaman secara bijak, terencana, dan sesuai kemampuan membayar. Dengan begitu, keuangan tetap sehat dan hidup lebih tenang,” demikian pesan yang disampaikan BPRS Bhakti Sumekar melalui unggahan tersebut.

Dalam materi edukasinya, BPRS Bhakti Sumekar juga memberikan contoh penggunaan utang yang sebaiknya dihindari, seperti mengganti telepon genggam hanya karena tren, membeli barang yang belum menjadi kebutuhan, berbelanja secara berlebihan, maupun membiayai liburan semata demi menjaga gengsi.

Sebaliknya, lembaga keuangan syariah tersebut menilai pembiayaan akan memberikan manfaat lebih besar apabila dimanfaatkan untuk kebutuhan yang produktif dan mendesak. Misalnya untuk biaya pendidikan, layanan kesehatan, tambahan modal usaha, maupun kebutuhan penting lainnya yang telah direncanakan secara matang.

Melalui kampanye ini, BPRS Bhakti Sumekar ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kondisi keuangan yang sehat tidak ditentukan oleh kemampuan mengikuti tren, melainkan dari kedisiplinan mengelola pengeluaran serta mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.

BPRS Bhakti Sumekar juga menegaskan bahwa utang bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Namun, setiap pinjaman harus dipastikan menjadi solusi atas kebutuhan yang nyata, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat yang berpotensi menimbulkan beban keuangan di masa depan.

Kampanye edukasi tersebut merupakan bagian dari dukungan BPRS Bhakti Sumekar terhadap Bulan Literasi Keuangan 2026 dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, bijak, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *