Berita

Festival Klenengan 2026 Jadi Ruang Regenerasi Seniman, Pemkab Sumenep Dorong Gamelan Madura Tetap Relevan di Era Modern

816
×

Festival Klenengan 2026 Jadi Ruang Regenerasi Seniman, Pemkab Sumenep Dorong Gamelan Madura Tetap Relevan di Era Modern

Sebarkan artikel ini
Festival Klenengan 2026 Sumenep
Festival Klenengan 2026 Sumenep. Foto: Istimewa

Sumenep,locusjatim.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak hanya menjadikan Festival Klenengan 2026 sebagai panggung pertunjukan seni tradisional, tetapi juga sebagai ruang regenerasi bagi pelaku budaya agar kesenian gamelan khas Madura tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Komitmen tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Festival Klenengan 2026 bertema “Menyelami Keindahan Musik Gamelan Khas Madura” yang digelar di Lapangan Kesenian Gotong Royong, Sabtu (11/07/2026) malam. Acara berlangsung meriah dengan penampilan delapan komunitas karawitan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Festival itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para budayawan, seniman, serta masyarakat. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hizbul Wathan, yang hadir mewakili Bupati Sumenep.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Hizbul Wathan menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, budayawan, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, keberlangsungan kesenian tradisional membutuhkan dukungan semua pihak agar tetap lestari di tengah derasnya pengaruh budaya modern.

Ia menegaskan, Festival Klenengan bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, melainkan menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Sumenep.

“Festival Klenengan ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat dan mengembangkan warisan budaya lokal yang kita miliki,” ujar Hizbul Wathan saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, seni klenengan memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar pertunjukan musik tradisional. Setiap alunan gamelan mengandung filosofi tentang keharmonisan, keseimbangan, dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur serta masih relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Karena itu, sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, Sumenep dinilai memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus mengenalkan warisan tersebut kepada generasi muda. Festival seperti ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memunculkan kreativitas baru tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan.

Selain aspek pelestarian, pemerintah juga melihat budaya sebagai sektor yang memiliki nilai ekonomi. Pengembangan seni tradisional diyakini mampu mendukung pertumbuhan pariwisata dan industri kreatif apabila dikemas secara menarik.

“Budaya adalah aset tak ternilai yang memiliki nilai estetika sekaligus potensi ekonomi. Lewat sektor pariwisata dan industri kreatif, event semacam ini diharapkan mampu menarik minat kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan Festival Klenengan merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pelaku seni sekaligus langkah konkret menjaga eksistensi karawitan di Kabupaten Sumenep.

Menurut Faruk, keberadaan festival ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berharap kesenian tradisional terus mengalami inovasi melalui kolaborasi lintas generasi. Dengan pendekatan tersebut, seni klenengan diyakini akan tetap diminati masyarakat, khususnya generasi muda, tanpa kehilangan nilai filosofis dan keaslian yang menjadi ciri khas budaya Madura.

“Melalui kegiatan ini, para pelaku seni budaya mendapatkan ruang untuk berkarya. Kami berharap Festival Klenengan mampu memperkuat citra Sumenep sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai luhur,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *